
MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mendorong organisasi kemasyarakatan Horas Bangso Batak (HBB) agar terus berperan aktif dalam melestarikan budaya sekaligus menghadirkan energi baru bagi generasi muda. Dorongan tersebut disampaikan Rico saat menerima audiensi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HBB di Balai Kota Medan pada Senin (28/9/2026). Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban antara wali kota dan para pengurus organisasi. Sejumlah pengurus inti HBB turut hadir mendampingi ketua umum dalam kesempatan tersebut. Audiensi itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus pemaparan rencana kegiatan besar organisasi.
Dalam kesempatan itu, Rico menegaskan bahwa keberagaman suku, budaya, dan tradisi merupakan kekuatan bangsa yang harus tetap dijaga. Menurutnya, kekayaan tersebut menjadi modal sosial yang tidak dimiliki oleh semua bangsa di dunia. Ia menilai keberagaman justru dapat memperkokoh persatuan apabila dirawat dengan penuh rasa saling menghormati. Rico mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan di tengah perbedaan yang ada. Pesan tersebut disampaikannya sebagai pengingat pentingnya harmoni dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Medan.
Rico juga menyoroti tantangan pelestarian budaya di tengah arus modernisasi yang bergerak semakin cepat. Ia berpendapat bahwa perkembangan zaman tidak boleh membuat masyarakat menjauh dari akar budayanya sendiri. Oleh karena itu, ia meminta organisasi seperti HBB mampu menjadi jembatan antara nilai-nilai tradisi dan kehidupan modern. Menurutnya, budaya harus dikenalkan dengan cara yang menarik agar dapat diterima oleh generasi masa kini. Upaya tersebut dinilai penting agar warisan leluhur tidak tergerus oleh perubahan zaman.
Selain pelestarian budaya, Rico berharap HBB dapat memberi energi baru bagi generasi muda melalui berbagai kegiatan positif. Ia menilai generasi muda perlu diberi ruang untuk belajar, berkarya, dan mengenal jati diri budayanya sejak dini. Keterlibatan anak muda dalam organisasi kebudayaan dinilai dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas daerahnya. Rico berharap HBB mampu merangkul lebih banyak kalangan muda agar regenerasi pengurus berjalan dengan baik. Dengan demikian, keberlangsungan budaya dapat terjaga dari generasi ke generasi.
Pada pertemuan tersebut, jajaran DPP HBB menyampaikan rencana penyelenggaraan Musyawarah Besar (Mubes) sekaligus pelantikan DPP HBB. Kegiatan itu dijadwalkan berlangsung pada 23–24 Oktober 2026 di Hotel Danau Toba Internasional Medan. Mubes tersebut akan menjadi forum penting untuk menentukan arah dan program organisasi ke depan. Pelantikan pengurus baru juga diharapkan dapat memperkuat kinerja organisasi dalam menjalankan program kebudayaan dan kemasyarakatan. Persiapan kegiatan itu disebut terus dimatangkan oleh panitia agar acara berjalan lancar.
Ketua Umum DPP HBB, Lamsiang Sitompul, menjelaskan bahwa HBB berdiri sejak 2018 di Kota Medan. Sejak berdiri, organisasi tersebut terus berkembang dan memperluas jaringan kepengurusannya. Saat ini HBB telah memiliki 17 kepengurusan yang tersebar, baik di dalam maupun di luar negeri. Capaian itu menunjukkan bahwa organisasi tersebut mendapat tempat di hati masyarakat Batak yang tersebar di berbagai wilayah. Lamsiang berharap perkembangan tersebut dapat terus berlanjut dan memberi manfaat lebih luas.
Lamsiang juga menyampaikan harapannya agar Rico Waas dapat hadir dalam acara pelantikan DPP HBB pada Oktober mendatang. Menurutnya, kehadiran wali kota akan menjadi kehormatan dan dukungan moral yang besar bagi seluruh pengurus. Kehadiran tersebut juga dinilai mampu memberi semangat baru bagi organisasi dalam menjalankan program-programnya. Undangan itu disampaikan secara langsung dalam audiensi sebagai bentuk penghormatan kepada pemimpin daerah. Pihak HBB berharap sinergi dengan Pemerintah Kota Medan dapat terus terjalin dengan baik.
Rico Waas menyambut baik rencana kegiatan yang disampaikan oleh pengurus HBB tersebut. Ia menyatakan dukungannya terhadap upaya organisasi dalam memperkuat pelestarian budaya dan pembinaan generasi muda. Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun masyarakat yang berkarakter. Kolaborasi antara pemerintah dan organisasi budaya dinilai dapat menghasilkan program yang lebih tepat sasaran. Dukungan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kota Medan dalam menjaga kebudayaan daerah.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk mempererat hubungan antara Pemerintah Kota Medan dan HBB. Berbagai pihak berharap kerja sama yang terjalin dapat melahirkan kegiatan-kegiatan budaya yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Kehadiran organisasi seperti HBB dinilai penting dalam menjaga keragaman dan persatuan di Kota Medan yang majemuk. Ke depan, sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong kemajuan generasi muda. Dengan dukungan semua pihak, pelestarian budaya diharapkan terus berjalan dan memberi kebanggaan bagi masyarakat Medan.
