
MEDAN – Persoalan banjir yang kerap melanda kawasan Jalan Sei Asahan, Kecamatan Medan Selayang, menjadi salah satu perhatian serius Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Persoalan tersebut telah lama dikeluhkan oleh warga sekitar setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Genangan air yang kerap muncul dinilai cukup mengganggu aktivitas warga, terutama mereka yang melintasi kawasan tersebut menuju permukiman. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengambil langkah konkret dengan melakukan pembenahan sistem drainase di lokasi terdampak. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang atas persoalan banjir yang terus berulang setiap musim penghujan.
Sebagai bentuk penanganan, Pemko Medan memasang saluran drainase berjenis U-Ditch sepanjang 505 meter yang menghubungkan Jalan Sei Putih dengan Jalan Sei Selayang. Pemasangan saluran tersebut dinilai penting guna memperlancar aliran air sekaligus mengurangi risiko genangan di kawasan permukiman warga. Proyek tersebut merupakan bagian dari upaya menyeluruh Pemko Medan dalam memperbaiki infrastruktur drainase di berbagai titik rawan banjir. Pengerjaan U-Ditch tersebut dilakukan secara bertahap dengan melibatkan dinas terkait di lingkungan Pemko Medan. Progres pengerjaan terus dipantau agar dapat rampung sesuai target yang telah ditetapkan.
Wali Kota Medan, Rico Waas, turun langsung meninjau proses pengerjaan drainase tersebut pada Selasa (29/9/2026). Peninjauan tersebut dilakukan guna memastikan progres pengerjaan berjalan sesuai rencana dan tidak mengalami kendala berarti. Dalam kesempatan tersebut, Rico menjelaskan bahwa kawasan Jalan Sei Asahan merupakan daerah cekungan yang membuat air cepat naik ketika hujan turun. Kondisi geografis tersebut menjadi salah satu penyebab utama munculnya genangan air yang cukup tinggi di kawasan tersebut. Menurutnya, genangan air pada kawasan tersebut bahkan dapat mencapai ketinggian setara betis orang dewasa saat hujan deras mengguyur wilayah itu.
Rico Waas menjelaskan bahwa pengerjaan drainase di Jalan Sei Asahan tersebut merupakan kelanjutan dari proyek sebelumnya yang telah lebih dulu rampung sepanjang 200 meter. Ia menegaskan bahwa proyek yang tengah dikerjakan saat ini memiliki panjang total 505 meter guna menyambungkan aliran drainase antara Jalan Sei Putih dan Jalan Sei Selayang. Penyambungan tersebut dinilai penting agar sistem drainase dapat bekerja secara maksimal dalam mengalirkan air hujan. Pernyataan tersebut disampaikan Rico Waas saat meninjau langsung lokasi pengerjaan bersama sejumlah pejabat terkait. Ia berharap penyambungan saluran tersebut dapat segera rampung dalam waktu dekat.
Dalam peninjauan tersebut, Rico Waas didampingi langsung oleh Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Khairul Azmi, serta Camat Medan Selayang, Muhammad Husnul Hafiz Rambe. Kehadiran kedua pejabat tersebut bertujuan untuk memberikan penjelasan teknis terkait progres pengerjaan drainase di lapangan. Ketiganya tampak berkeliling meninjau langsung kondisi saluran yang tengah dikerjakan oleh pihak pelaksana proyek. Peninjauan tersebut juga menjadi ajang koordinasi antara pemerintah kota dan pihak kecamatan terkait penanganan banjir di wilayah tersebut. Koordinasi yang baik dinilai penting agar penanganan banjir dapat dilakukan secara menyeluruh dan tepat sasaran.
Meski genangan air di kawasan tersebut dinilai relatif cepat surut, Rico Waas menegaskan bahwa pembenahan sistem drainase tetap harus dilakukan secara serius. Ia menilai pembenahan tersebut penting guna mencegah agar air tidak meluap hingga masuk ke kawasan permukiman warga sekitar. Rico menekankan bahwa keselamatan dan kenyamanan warga menjadi prioritas utama dalam setiap program pembangunan infrastruktur di Kota Medan. Menurutnya, meskipun genangan air relatif cepat mengalir, upaya menurunkan potensi genangan tetap harus terus dilakukan. Pernyataan tersebut disampaikan Rico Waas sebagai bentuk keseriusan Pemko Medan dalam menangani persoalan banjir di berbagai kawasan.
Rico Waas juga menyampaikan harapannya agar kawasan permukiman seperti di Jalan Sei Asahan tersebut ke depannya tidak lagi mengalami luapan air yang berlebihan. Ia menegaskan bahwa pembenahan drainase tersebut merupakan salah satu langkah nyata Pemko Medan dalam memberikan rasa aman kepada warga dari ancaman banjir. Rico berharap proyek tersebut dapat segera diselesaikan tepat waktu sesuai dengan target yang telah direncanakan. Ia turut mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam proyek tersebut untuk terus mengutamakan kualitas hasil pengerjaan. Harapan tersebut disampaikan Rico Waas sebagai bentuk komitmennya dalam menuntaskan persoalan banjir di Kota Medan.
Lebih lanjut, Rico Waas menegaskan bahwa peninjauan yang dilakukannya bertujuan untuk memastikan setiap laporan dan keluhan yang disampaikan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah kota. Ia menilai keluhan masyarakat terkait banjir maupun infrastruktur lainnya harus mendapatkan respons cepat dari jajaran pemerintahan. Menurutnya, kehadiran langsung pemimpin daerah di lapangan menjadi salah satu bentuk tanggung jawab dalam menyerap aspirasi masyarakat. Rico berharap langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi jajaran lainnya dalam menangani berbagai persoalan yang dikeluhkan warga. Pernyataan tersebut disampaikan Rico Waas di sela-sela kegiatan peninjauan lapangan tersebut.
Rico Waas menambahkan bahwa pembenahan sistem drainase di berbagai titik rawan banjir merupakan bagian dari program berkelanjutan Pemko Medan dalam menciptakan lingkungan kota yang lebih nyaman. Ia menegaskan bahwa penanganan banjir tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan memerlukan perencanaan dan pengerjaan yang matang. Menurutnya, setiap proyek infrastruktur yang dikerjakan harus memperhatikan kondisi geografis serta kebutuhan masyarakat di kawasan tersebut. Ia berharap pembenahan drainase tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Kecamatan Medan Selayang. Komitmen tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya Pemko Medan dalam mewujudkan Kota Medan yang lebih tertata dan bebas banjir.
Pembenahan drainase di Jalan Sei Asahan tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan permukiman yang lebih nyaman sekaligus aman dari ancaman banjir dan genangan air. Warga sekitar pun menyambut baik langkah cepat yang diambil Pemko Medan dalam menangani persoalan yang selama ini mereka keluhkan. Berbagai pihak berharap proyek serupa dapat terus dilanjutkan di titik-titik rawan banjir lainnya yang tersebar di Kota Medan. Sinergi antara pemerintah kota, dinas terkait, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama keberhasilan penanganan banjir secara menyeluruh. Ke depan, Pemko Medan menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki infrastruktur guna mewujudkan Kota Medan yang lebih baik dan bebas dari persoalan banjir.
