Mahasiswa Deli Serdang Siap Geruduk Kejari, Desak Transparansi Penegakan Hukum Daerah

INFO SUMUT Pemerintahan pemprov sumut

WARTAWAN24.COM – ubuk Pakam, Deli Serdang . Dua organisasi mahasiswa yang dikenal aktif dalam gerakan sosial dan advokasi publik, yaitu Persatuan Reformasi Intelektual Solidaritas Mahasiswa Deli Serdang (PRISMA-DS) dan Forum Komunikasi Mahasiswa Deli Serdang (FKM-DS), mengumumkan akan menggelar aksi demonstrasi besar di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Deli Serdang pada Rabu, 12 November 2025, pukul 10.00 WIB.

Aksi ini disebut sebagai bentuk keprihatinan mahasiswa terhadap lemahnya pengawasan dan dugaan lambannya penegakan hukum di wilayah Deli Serdang, khususnya dalam kasus-kasus yang melibatkan penyalahgunaan wewenang aparatur daerah.

Dalam keterangan resmi yang diterima redaksi pada Senin (10/11/2025) malam, Koordinator Umum PRISMA-DS, M. Rizki Ramadhan, menyebut bahwa aksi ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk mengawal moralitas dan integritas lembaga penegak hukum.

“Kami tidak ingin Kejari Deli Serdang kehilangan wibawanya. Ketika hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas, mahasiswa harus bicara,” tegas Rizki dengan suara lantang.

Rizki menjelaskan bahwa pihaknya telah mengantongi izin kepolisian dan akan mengerahkan sekitar 300 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Deli Serdang dan sekitarnya untuk turut serta dalam aksi tersebut.

Menurutnya, salah satu tuntutan utama yang akan disampaikan adalah desakan agar Kejari Deli Serdang membuka secara transparan hasil penyelidikan beberapa kasus dugaan korupsi proyek daerah yang hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti adanya dugaan praktik “tebang pilih” dalam proses penegakan hukum. Beberapa laporan masyarakat yang telah masuk ke kejaksaan, menurut mereka, tidak ditindaklanjuti dengan serius.

“Kami akan membawa dokumen bukti laporan warga yang sudah kami kumpulkan. Ini bukan aksi emosional, ini aksi intelektual,” tambah Rizki.

Sementara itu, Ketua FKM-DS, Dzakian Fikri, menyatakan bahwa aksi gabungan ini menjadi simbol solidaritas mahasiswa lintas kampus di Deli Serdang. Ia menilai, peran mahasiswa sebagai pengontrol sosial tidak boleh dilemahkan oleh ketakutan atau tekanan dari pihak manapun.

“Kami hadir bukan untuk menuduh, tapi untuk mengingatkan. Kejaksaan adalah benteng keadilan. Kalau benteng itu mulai rapuh, kami punya tanggung jawab moral untuk memperkuatnya,” ujarnya.

Rencana aksi tersebut telah menimbulkan beragam respons dari masyarakat. Sebagian mendukung langkah mahasiswa yang dinilai berani dan kritis, sementara sebagian lainnya khawatir akan potensi kemacetan di sekitar kawasan Jalan Sudirman Lubuk Pakam, lokasi kantor Kejari Deli Serdang.

Untuk mengantisipasi hal itu, pihak kepolisian disebut telah menyiapkan pengamanan ekstra. Kapolres Deli Serdang, AKBP Firman Damanik, mengatakan bahwa aparat akan diturunkan guna memastikan aksi berlangsung aman dan tertib.

“Kami menghormati kebebasan berpendapat. Namun kami juga akan mengawal agar aksi tetap damai, tidak anarkis, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” jelas AKBP Firman saat dikonfirmasi pada Selasa pagi (11/11/2025).

Selain orasi, mahasiswa juga akan membawa spanduk dan poster bertuliskan pesan-pesan moral seperti “Hukum untuk Semua, Bukan untuk yang Berkuasa” dan “Buka Data, Jangan Tutupi Fakta.”

Aksi ini juga rencananya akan diwarnai dengan teaterikal simbolik berupa pengibaran bendera hitam bertuliskan “Keadilan yang Luka”, sebagai bentuk protes terhadap mandeknya proses hukum di beberapa kasus korupsi lokal.

Sebelum bergerak ke Kejari, massa akan berkumpul di Lapangan Segitiga Lubuk Pakam sejak pukul 09.00 WIB untuk melakukan konsolidasi terakhir dan pembacaan pernyataan sikap bersama.

Dalam dokumen pernyataan sikap yang bocor ke publik, terdapat empat poin utama tuntutan mahasiswa:

  1. Mendesak Kejari Deli Serdang untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan infrastruktur tahun 2023–2024.
  2. Meminta Kejari membuka hasil audit publik terhadap penggunaan dana desa di beberapa kecamatan.
  3. Menolak segala bentuk intervensi politik terhadap proses hukum.
  4. Menegaskan komitmen Kejari Deli Serdang untuk menjaga integritas dan profesionalisme aparatnya.

Menjelang hari aksi, berbagai dukungan dari organisasi mahasiswa lain di Sumatera Utara mulai berdatangan. Beberapa kelompok seperti BEM Universitas Medan Area (UMA) dan GMNI Cabang Medan menyatakan siap mengirimkan perwakilan solidaritas untuk turut hadir.

Sementara itu, pihak Kejari Deli Serdang menyambut rencana aksi ini dengan terbuka. Kasi Intel Kejari Deli Serdang, Muhammad Yusuf, mengatakan bahwa pihaknya menghargai semangat mahasiswa dalam mengawasi kinerja aparat hukum.

“Kami siap berdialog dan menerima masukan. Transparansi adalah komitmen kami. Selama disampaikan dengan cara yang baik, kami terbuka untuk mendengarkan,” ucap Yusuf saat dihubungi, Selasa (11/11/2025) sore.

Meski begitu, sejumlah pengamat menilai aksi ini berpotensi menjadi momentum penting bagi kebangkitan kembali gerakan mahasiswa Deli Serdang. Mereka dianggap mulai kembali pada peran idealnya sebagai pengawal moral bangsa dan pengawas kebijakan publik.

Menjelang aksi yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (12/11/2025) pukul 10.00 WIB, suasana di Lubuk Pakam diperkirakan akan cukup ramai. Aparat gabungan TNI-Polri pun disiagakan untuk memastikan tidak ada provokasi pihak ketiga yang menunggangi kegiatan mahasiswa tersebut.

Bagi PRISMA-DS dan FKM-DS, aksi ini bukan sekadar unjuk rasa, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga marwah hukum di tanah Deli Serdang. “Kami ingin hukum berdiri tegak tanpa pandang bulu. Ini bukan akhir, tapi awal dari gerakan yang lebih besar,” tegas Rizki Ramadhan menutup keterangannya.

Dengan semangat reformasi yang masih menyala, para mahasiswa berharap suara mereka didengar — bahwa keadilan sejati hanya dapat tegak bila lembaga penegak hukum berani transparan, jujur, dan berpihak kepada rakyat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *