Viral Ojol Dianiaya Jukir Liar, Wali Kota Medan Turun Tangan

INFO SUMUT PAK RICO

WARTAWAN24.COM – MEDAN, kasus penganiayaan terhadap seorang pengemudi ojek online (ojol) di Kota Medan menyedot perhatian publik. Peristiwa yang terjadi di kawasan Jalan Irian Barat, Sabtu sore (6/9/2025), itu sontak viral setelah terekam kamera warga dan tersebar luas di media sosial.

Korban bernama Khairul Arifin. Dalam video yang beredar, ia terlihat terlibat cekcok dengan seorang pria yang diduga juru parkir (jukir) liar. Perselisihan tersebut berujung pada tindakan kekerasan yang membuat Khairul mengalami luka di bagian wajah.

Video berdurasi sekitar satu menit itu dengan cepat menuai beragam komentar. Banyak warganet mengecam tindakan premanisme jukir liar yang kerap meresahkan pengguna jalan. Tidak sedikit pula yang mendesak aparat segera bertindak tegas agar kejadian serupa tidak terulang.

Kasus ini semakin menyita perhatian setelah kondisi Khairul diketahui cukup memprihatinkan. Wajahnya harus diperban akibat luka yang diderita. Rekan-rekan sesama ojol pun ramai-ramai memberikan dukungan moral sekaligus menuntut keadilan bagi Khairul.

Menanggapi kejadian tersebut, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, langsung turun tangan. Ia bersama rombongan mendatangi kediaman Khairul di Jalan Amaliun, Gang Bandung, Kecamatan Medan Area, pada Minggu (7/9/2025).

Kedatangan Wali Kota disambut haru oleh keluarga korban. Khairul, dengan kondisi wajah masih berbalut perban, menyambut Rico bersama beberapa pejabat Pemko Medan. Kehadiran orang nomor satu di Kota Medan itu menjadi penguat bagi korban dan keluarganya.

Dalam kesempatan tersebut, Rico menyampaikan rasa prihatin sekaligus mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan jukir liar. Ia menegaskan bahwa Pemko Medan tidak akan mentolerir segala bentuk premanisme di kota ini.

“Saya sangat menyesalkan kejadian ini. Kota Medan harus bebas dari tindakan sewenang-wenang. Semua warga berhak merasa aman di jalanan,” tegas Rico.

Rico juga menyampaikan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menindak pelaku. Menurutnya, kejadian ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen memberantas praktik jukir liar yang selama ini meresahkan masyarakat.

Selain memberikan dukungan moral, Rico turut menyerahkan bantuan kepada Khairul. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban korban yang saat ini tidak bisa bekerja akibat luka yang diderita.

“Semoga lekas pulih, dan tetap semangat. Pemerintah hadir bersama masyarakat. Jangan takut, keadilan akan ditegakkan,” ucap Rico di hadapan keluarga Khairul.

Sementara itu, keluarga korban menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan. Kehadiran Wali Kota dinilai menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap warganya yang mengalami kesulitan.

Di sisi lain, aparat kepolisian sudah melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Beberapa saksi telah dimintai keterangan, termasuk rekaman video yang beredar di media sosial dijadikan barang bukti.

Publik pun berharap aparat dapat bertindak cepat menangkap pelaku dan memberikan hukuman yang setimpal. Kejadian ini dinilai menjadi ujian serius bagi pemerintah dan aparat untuk menghadirkan rasa aman bagi warga kota.

Kasus penganiayaan Khairul Arifin kini bukan hanya sekadar peristiwa kriminal biasa, melainkan simbol perlawanan terhadap praktik premanisme. Dengan turunnya Wali Kota Medan secara langsung, masyarakat menaruh harapan besar agar tindakan tegas benar-benar diwujudkan demi terciptanya Kota Medan yang tertib, aman, dan bermartabat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *