
DELI SERDANG – Dua unit kamar di gedung asrama Akademi Keperawatan (Akper) Medistra yang terletak di Jalan Sudirman, Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, dilalap si jago merah pada Kamis (1/10/2026) sore. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 17.59 WIB dan sempat membuat panik warga sekitar lokasi kejadian. Gedung asrama yang berada tidak jauh dari pusat Kota Lubuk Pakam tersebut merupakan tempat tinggal bagi para mahasiswi yang tengah menempuh pendidikan di akademi tersebut. Kejadian tersebut berlangsung cukup cepat dan sempat menimbulkan kepanikan di lingkungan sekitar gedung asrama. Insiden kebakaran tersebut pun langsung menyita perhatian warga maupun pihak kepolisian setempat.
Api pertama kali diketahui oleh warga sekitar setelah munculnya kepulan asap hitam pekat dari arah lantai empat gedung asrama tersebut. Kepulan asap yang terlihat jelas dari luar gedung tersebut sontak membuat warga sekitar berteriak dan memberikan peringatan kepada penghuni asrama lainnya. Dalam waktu singkat, api mulai membesar dan menjalar ke bagian lain dari kamar yang terbakar tersebut. Kondisi tersebut membuat sejumlah warga segera menghubungi pihak terkait guna meminta bantuan pemadaman secepat mungkin. Asap hitam pekat yang mengepul tinggi tersebut turut terlihat dari kejauhan dan menarik perhatian warga di sekitar kawasan tersebut.
Beruntung, pada saat kejadian berlangsung, kondisi kamar yang terbakar dalam keadaan kosong tanpa adanya penghuni di dalamnya. Kondisi tersebut membuat peristiwa kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka-luka di kalangan mahasiswi penghuni asrama. Pihak kampus maupun warga sekitar menyebutkan bahwa seluruh penghuni asrama berhasil dievakuasi dengan selamat ke tempat yang lebih aman. Kekosongan kamar pada saat kejadian tersebut dinilai menjadi faktor penting yang mencegah terjadinya korban jiwa dalam insiden tersebut. Meski demikian, kerugian materiil akibat kebakaran tersebut tetap tidak dapat dihindari oleh pihak akademi maupun para mahasiswi penghuni kamar.
Menerima laporan kejadian tersebut, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Deli Serdang segera mengerahkan personel dan armadanya menuju lokasi kejadian. Sebanyak tiga unit armada Damkar diterjunkan guna melakukan proses pemadaman api yang telah membesar di lantai empat gedung asrama tersebut. Proses pemadaman dilakukan secara intensif oleh petugas mengingat lokasi kebakaran yang berada di lantai atas gedung bertingkat. Petugas Damkar tampak bekerja keras memadamkan api guna mencegah api semakin meluas ke bagian lain dari gedung asrama tersebut. Proses evakuasi dan pemadaman tersebut turut mendapat bantuan dari warga sekitar lokasi kejadian.
Setelah melalui proses pemadaman yang cukup panjang, api yang membakar dua unit kamar asrama tersebut akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh petugas Damkar pada Kamis malam. Proses pemadaman tersebut memakan waktu beberapa jam mengingat kobaran api yang cukup besar serta medan lokasi yang berada di lantai atas gedung. Setelah api benar-benar padam, petugas kemudian melakukan pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang masih menyala di lokasi kejadian. Proses pendinginan tersebut dilakukan secara menyeluruh demi mencegah terjadinya kebakaran susulan di lokasi yang sama. Petugas Damkar beserta tim terkait terus berjaga di lokasi hingga memastikan situasi benar-benar aman.
Akibat kebakaran tersebut, puluhan tempat tidur, lemari, serta berbagai barang pribadi milik mahasiswi penghuni kamar dilaporkan ludes terbakar. Seluruh perabotan serta barang-barang yang berada di dalam dua kamar tersebut tidak dapat diselamatkan akibat kobaran api yang cukup besar. Kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa kebakaran tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Besarnya kerugian tersebut turut dirasakan oleh para mahasiswi yang kehilangan barang-barang pribadi mereka akibat kejadian tersebut. Pihak akademi maupun mahasiswi yang terdampak kini tengah melakukan pendataan terhadap kerugian yang dialami akibat insiden kebakaran tersebut.
Pascakejadian, pihak Akper Medistra Lubuk Pakam disebut langsung melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna menangani dampak dari peristiwa kebakaran tersebut. Pihak akademi turut memberikan perhatian khusus kepada para mahasiswi yang kehilangan tempat tinggal maupun barang-barang pribadinya. Langkah-langkah pemulihan pascakebakaran tersebut mulai disiapkan guna memastikan aktivitas perkuliahan tetap dapat berjalan dengan baik. Pihak kampus turut berkoordinasi dengan pihak berwenang guna memastikan proses investigasi penyebab kebakaran dapat berjalan lancar. Perhatian tersebut diberikan sebagai bentuk tanggung jawab pihak akademi terhadap mahasiswinya yang terdampak kejadian tersebut.
Terkait penyebab kebakaran, Kapolsek Lubuk Pakam, AKP T Sihite, SH, menyampaikan bahwa penyebab sementara kebakaran tersebut diduga berasal dari power bank yang tengah dalam proses pengisian daya. Dugaan tersebut disampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang dilakukan oleh pihak kepolisian di lokasi kejadian. Power bank yang diduga mengalami korsleting tersebut disebut menjadi pemicu awal munculnya percikan api di dalam kamar. Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan guna memastikan penyebab pasti dari kebakaran tersebut. Keterangan sementara tersebut disampaikan AKP T Sihite kepada awak media yang meliput langsung di lokasi kejadian.
Pihak kepolisian turut mengimbau kepada seluruh mahasiswi penghuni asrama maupun masyarakat secara umum agar lebih berhati-hati dalam menggunakan perangkat elektronik, khususnya saat proses pengisian daya. Imbauan tersebut disampaikan guna mencegah terulangnya kejadian serupa yang dapat menimbulkan kerugian lebih besar. Pihak kepolisian juga mengingatkan pentingnya mematikan perangkat elektronik yang sedang diisi daya apabila ditinggalkan dalam waktu lama. Edukasi terkait keselamatan penggunaan perangkat elektronik tersebut dinilai penting guna mencegah risiko kebakaran serupa di kemudian hari. Imbauan tersebut turut disampaikan sebagai bentuk kepedulian pihak kepolisian terhadap keselamatan masyarakat secara luas.
Peristiwa kebakaran yang menimpa asrama Akper Medistra Lubuk Pakam tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak, baik institusi pendidikan maupun masyarakat, mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap risiko kebakaran akibat perangkat elektronik. Pihak berwenang dipastikan akan terus melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti dari insiden tersebut. Selain itu, pihak akademi diharapkan dapat segera melakukan pemulihan fasilitas asrama yang terdampak kebakaran tersebut. Dukungan dari berbagai pihak dinilai penting guna membantu meringankan beban mahasiswi yang terdampak peristiwa tersebut. Perkembangan lebih lanjut terkait penyelidikan maupun proses pemulihan pascakebakaran tersebut akan terus dipantau oleh berbagai pihak terkait.
