
Medan — Suasana mencekam menyelimuti Perumahan Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, pada Senin sore, 20 Juli 2026. Sebuah ledakan keras mengguncang kawasan elite yang berlokasi di Jalan Mustang atau Jalan Perhubungan Udara tersebut, menyebabkan satu unit rumah mewah ambruk total dan getarannya terasa hingga ke luar kompleks.
Ledakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di Jalan Perhubungan, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia. Rumah bernomor 3B, sebuah bangunan bertingkat dua, mengalami kerusakan paling parah hingga rata dengan tanah. Rumah tersebut dihuni oleh keluarga inti seorang pengusaha berinisial CH yang berdomisili di Jakarta, beserta para asisten rumah tangga (ART). Menurut Lurah Suka Damai, keluarga tersebut sudah menempati rumah itu sejak tahun 2017.
Sejumlah saksi mata yang berada di sekitar lokasi menceritakan momen menegangkan tersebut. Seorang pekerja bangunan yang tengah beristirahat di rumah sebelah, di tengah guyuran hujan deras, mengaku melihat kilatan cahaya putih yang sangat cepat masuk ke rumah nomor 3B sesaat sebelum dentuman keras terdengar. Ledakan tersebut membuat material bangunan seperti puing tembok dan pecahan kaca berhamburan hingga ke badan jalan, melukai beberapa orang yang berada di sekitar lokasi, termasuk pekerja bangunan yang langsung berlarian menyelamatkan diri.
Dampak ledakan tidak hanya dirasakan oleh rumah sumber ledakan. Sekitar 6 hingga 7 rumah warga di sekitarnya turut mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Tiga unit mobil mewah yang terparkir di halaman rumah tertimpa material balkon yang runtuh, di antaranya sebuah mobil sedan Lexus yang hancur dan sebuah Toyota Alphard yang mengalami kerusakan parah.
Dua orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat ledakan, yakni seorang balita dan seorang kurir paket yang saat itu berada di sekitar lokasi. Keduanya telah mendapat penanganan medis, dengan balita tersebut masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Selain itu, hingga Senin malam, tim gabungan masih berupaya mengevakuasi sejumlah orang yang diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan, termasuk istri pemilik rumah beserta tiga ART yang saat kejadian berada di dalam rumah. Petugas Pemadam Kebakaran bersama personel Polrestabes Medan terus melakukan pencarian menggunakan alat berat untuk memastikan ada atau tidaknya korban tambahan di lokasi.
Tak lama setelah kejadian, warga sekitar berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk melihat kondisi rumah yang hancur. Aparat kepolisian dengan cepat memasang garis pengamanan dan menyterilkan area demi kepentingan penyelidikan. Kendaraan taktis bersama tim Jibom (penjinak bom) Gegana Brimob Polda Sumut turut diterjunkan ke lokasi, mengingat sumber ledakan belum diketahui pasti pada saat itu. Personel TNI serta petugas pemadam kebakaran juga terlihat berada di sekitar kompleks untuk membantu proses evakuasi dan penanganan.
Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak yang turun langsung ke lokasi bersama unsur TNI dan pemerintah daerah mengungkapkan hasil investigasi awal. Ledakan diduga kuat berasal dari kebocoran pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanah. Petugas telah menggunakan alat pendeteksi gas khusus dan menemukan indikasi kuat adanya kebocoran di titik tersebut.
Camat Medan Polonia, Alfi Pane, yang sempat dikonfirmasi tak lama setelah kejadian, mengatakan bahwa pihaknya saat itu belum dapat memastikan sumber ledakan maupun ada tidaknya korban jiwa. Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Fandi, juga membenarkan adanya kejadian tersebut dan menyatakan proses penyelidikan masih berlangsung.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti ledakan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Tim gabungan dari Polda Sumut, Brimob, Polrestabes Medan, TNI, dan Pemerintah Kota Medan masih bersiaga di lokasi untuk melanjutkan proses evakuasi dan olah TKP guna memastikan ada atau tidaknya korban tambahan.
