
KOTA MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengawali kegiatan Sapa Warga di Kecamatan Medan Baru dengan turun langsung bergotong royong membersihkan drainase dan pinggiran sungai pada Sabtu (17/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran pemerintah kota, aparatur kecamatan dan kelurahan, serta warga setempat yang antusias ikut membersihkan lingkungan. Aksi bersih-bersih itu menjadi pembuka rangkaian acara Sapa Warga yang dihadiri berbagai unsur masyarakat. Kehadiran wali kota di tengah warga yang bekerja bersama menciptakan suasana kebersamaan yang hangat. Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap kebersihan lingkungan dan upaya pencegahan banjir.
Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan turut dikerahkan untuk mendukung kegiatan gotong royong tersebut. Alat berat disiagakan guna membantu mengangkat sedimen dan sampah yang menumpuk di saluran drainase serta pinggiran sungai. Kehadiran alat berat dinilai mempercepat proses pembersihan, terutama pada titik-titik yang sulit dijangkau secara manual. Petugas dinas bekerja berdampingan dengan warga untuk memastikan saluran air kembali mengalir dengan lancar. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah kota memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim hujan.
Meskipun hujan deras mengguyur kawasan tersebut, kegiatan gotong royong tetap berlangsung hingga selesai. Wali Kota, aparatur pemerintah, dan warga tetap bertahan menuntaskan pekerjaan tanpa menghiraukan guyuran hujan. Semangat kebersamaan itu tampak dari antusiasme peserta yang saling membantu sepanjang kegiatan berlangsung. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat justru dinilai menjadi gambaran nyata pentingnya pembersihan saluran air sebelum banjir datang. Warga pun mengapresiasi kesediaan pemimpin daerah yang turut basah kuyup bersama masyarakat.
Karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, acara Sapa Warga yang semula direncanakan digelar di ruang terbuka akhirnya dipindahkan ke dalam ruangan. Perubahan lokasi tersebut dilakukan demi kenyamanan dan keselamatan seluruh peserta yang hadir. Meski demikian, jalannya acara tetap berlangsung lancar dan penuh keakraban. Warga yang hadir tetap antusias menyampaikan aspirasi dan mengikuti rangkaian kegiatan hingga akhir. Penyesuaian tersebut menunjukkan bahwa panitia mampu bersikap luwes terhadap perubahan situasi di lapangan.
Dalam kegiatan Sapa Warga tersebut, Rico mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat. Keluhan yang mengemuka meliputi kendala dalam penyaluran bantuan sosial, permohonan program bedah rumah, hingga permintaan perbaikan infrastruktur di lingkungan tempat tinggal warga. Setiap masukan dicatat dan diminta untuk segera ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait. Rico menegaskan bahwa pemerintah kota berkomitmen menjawab persoalan warga secara cepat dan tepat. Dialog langsung seperti ini dinilai efektif untuk menjaring kebutuhan masyarakat secara nyata.
Selain menyerap aspirasi, acara tersebut juga diisi dengan penyerahan sejumlah bantuan kepada warga. Santunan BPJS Ketenagakerjaan diserahkan kepada ahli waris peserta yang berhak menerimanya. Pemerintah kota juga menyalurkan bantuan sebanyak 50 meja untuk para guru magrib mengaji sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar Al-Qur’an. Bantuan tersebut diharapkan dapat membuat proses pengajaran di lingkungan masyarakat berjalan lebih nyaman. Penyerahan bantuan itu menjadi wujud perhatian pemerintah terhadap para pendidik agama di tingkat akar rumput.
Bantuan lainnya berupa 30 paket perlengkapan sekolah turut diserahkan kepada anak yatim yang hadir dalam kegiatan tersebut. Paket itu diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan pendidikan anak-anak dan mendukung semangat belajar mereka. Para penerima tampak gembira saat menerima bantuan secara langsung dari wali kota. Pemerintah kota menilai perhatian terhadap anak yatim merupakan bagian penting dari kepedulian sosial yang harus terus dijaga. Kegiatan penyerahan bantuan berlangsung haru dan penuh kehangatan.
Pada kesempatan yang sama, Rico Waas menyerahkan piagam penghargaan kepada Camat Medan Baru, Frans Seno R.H. Siahaan, dan Lurah Merdeka, Daniel Pardamean Panggabean. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan dedikasi keduanya dalam melayani masyarakat. Penyerahan piagam itu diharapkan dapat menjadi motivasi bagi aparatur lainnya untuk bekerja lebih baik. Rico menilai pelayanan publik yang responsif perlu terus diperkuat di setiap tingkatan wilayah. Apresiasi tersebut disambut tepuk tangan para hadirin.
Penghargaan beserta dana apresiasi juga diberikan kepada kepala lingkungan yang mencatatkan capaian perlindungan BPJS Ketenagakerjaan tertinggi di Kecamatan Medan Baru. Langkah ini bertujuan mendorong semakin banyak warga, khususnya pekerja rentan, terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan. Pemerintah kota berharap penghargaan tersebut memacu kepala lingkungan lainnya untuk aktif mengajak warga mendaftar sebagai peserta. Perlindungan jaminan sosial dinilai penting untuk memberikan rasa aman bagi pekerja dan keluarganya. Melalui rangkaian kegiatan Sapa Warga ini, Pemerintah Kota Medan menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan melayani masyarakat secara langsung.
