
WARTAWAN24.COM – Pemerintah Kota Medan memutuskan membatalkan pelaksanaan Festival Akhir Tahun yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada penghujung 2025.
Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap kondisi bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra, termasuk Kota Medan.
Festival yang direncanakan menggunakan anggaran sebesar Rp1 miliar itu dipastikan tidak jadi dilaksanakan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Odi Anggia Batubara, menegaskan bahwa anggaran yang telah dialokasikan tidak akan digunakan.
“Anggarannya tidak dipakai, jadi acara ini batal,” ujar Odi kepada wartawan, Selasa (16/12/2025).
Ia menjelaskan, pembatalan kegiatan tersebut merupakan hasil evaluasi menyeluruh yang dilakukan pemerintah daerah.
Menurut Odi, kondisi kebencanaan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi pertimbangan utama.
Banjir yang melanda sejumlah kawasan di Kota Medan telah berdampak pada kehidupan masyarakat dan membutuhkan perhatian serius.
Dalam situasi tersebut, pemerintah menilai tidak tepat menggelar kegiatan hiburan berskala besar.
Pemkot Medan memilih mengedepankan empati sosial serta fokus pada pemulihan pascabencana.
Langkah ini juga sejalan dengan semangat efisiensi dan penyesuaian prioritas penggunaan anggaran daerah.
Odi menegaskan, anggaran yang tidak terpakai akan tetap berada dalam kas daerah sesuai mekanisme pengelolaan keuangan.
Pemerintah daerah memastikan tidak ada penggunaan dana festival untuk keperluan lain tanpa dasar kebijakan yang jelas.
Selain itu, pembatalan festival ini juga mempertimbangkan kondisi psikologis masyarakat yang terdampak bencana.
Pemkot Medan berharap keputusan ini dapat dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pemerintah menilai, kehadiran negara dalam situasi darurat tidak selalu diwujudkan melalui acara seremonial.
Fokus utama saat ini adalah membantu warga yang terdampak serta memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.
Pemkot Medan juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan dampak banjir.
Upaya tersebut mencakup penyaluran bantuan, perbaikan infrastruktur, dan pemulihan lingkungan.
Odi menambahkan, sektor pariwisata tetap menjadi perhatian pemerintah, namun akan disesuaikan dengan kondisi yang ada.
Ke depan, kegiatan pariwisata akan dirancang dengan mempertimbangkan situasi sosial dan kemanusiaan.
Pemerintah Kota Medan menegaskan komitmennya untuk selalu mengedepankan kepentingan masyarakat luas.
Pembatalan Festival Akhir Tahun ini diharapkan menjadi contoh kebijakan yang responsif terhadap kondisi darurat.
