
WARTAWAN24.COMPresiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk terus memantau secara langsung proses pemulihan wilayah terdampak bencana di Provinsi Sumatera Utara. Pemantauan tersebut dilakukan guna memastikan seluruh tahapan penanganan pascabencana berjalan optimal dan tepat sasaran.
Bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara beberapa waktu lalu menimbulkan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Presiden menilai pemulihan harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Dalam kunjungannya ke Kabupaten Langkat, Sabtu, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah pusat terus mengawasi perkembangan pemulihan dari waktu ke waktu. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.
“Alhamdulillah, kekuatan kita membuat Sumatera Utara sudah lebih baik, lebih mendingan sejak terakhir saya datang. Saya akan terus memantau perkembangan dari hari ke hari, minggu ke minggu,” ujar Presiden Prabowo.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat meninjau langsung tenda pengungsian warga di MAN 1 Tanjungpura, Kabupaten Langkat, didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.
Presiden menyebutkan bahwa fokus pemulihan tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Hal ini mencakup perbaikan infrastruktur, pemenuhan logistik, hingga pemulihan psikologis warga.
Menurut Presiden, akses terhadap layanan dasar seperti air bersih, listrik, kesehatan, dan pendidikan harus segera dipastikan pulih agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Selain itu, pemerintah pusat juga terus mengupayakan percepatan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana, termasuk jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya.
Presiden Prabowo menilai kondisi penanganan bencana di Sumatera Utara saat ini menunjukkan perkembangan positif dibandingkan saat kunjungan pertamanya pascabencana.
Ia mengapresiasi kerja keras pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam upaya penanganan dan pemulihan bencana.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dalam kesempatan tersebut melaporkan bahwa proses pemulihan terus dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah terdampak.
Pemerintah daerah, kata Bobby, berupaya memastikan distribusi bantuan berjalan lancar dan merata, terutama bagi warga yang masih berada di pengungsian.
Data pemerintah mencatat bahwa bencana hidrometeorologi yang dipicu badai siklon Senyar telah menerjang 18 kabupaten dan kota di Sumatera Utara sejak Selasa, 25 November lalu.
Ribuan warga terdampak, sementara sejumlah fasilitas publik dan lahan pertanian mengalami kerusakan cukup signifikan.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa negara hadir untuk memastikan masyarakat terdampak tidak merasa sendirian menghadapi musibah tersebut.
Ia juga menginstruksikan kementerian dan lembaga terkait untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Menurut Presiden, langkah pemulihan harus dilakukan dengan perencanaan matang agar wilayah terdampak lebih tangguh menghadapi bencana di masa depan.
Pemerintah pusat juga mendorong penerapan langkah-langkah mitigasi bencana untuk mengurangi risiko kejadian serupa.
Presiden berharap masyarakat Sumatera Utara tetap tabah dan saling mendukung selama masa pemulihan berlangsung.
Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus hadir hingga kondisi benar-benar pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.
Dengan pemantauan berkelanjutan dari pemerintah pusat, Presiden optimistis pemulihan di Sumatera Utara dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi penegasan komitmen Presiden Prabowo untuk memastikan penanganan bencana dilakukan secara serius, menyeluruh, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
