Tragedi di Sungai Sei Silau: Pengabdian Terakhir Reynanda Primta Ginting, Calon Jaksa Muda

ASN gubernur sumut INFO SUMUT kepolisian Pemerintahan pemprov sumut

WARTAWAN24.COM – Kabar duka menyelimuti dunia penegakan hukum di Sumatera Utara. Reynanda Primta Ginting, seorang calon jaksa muda yang baru memulai pengabdiannya di Kejaksaan Negeri Simalungun, ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Sei Silau, Kabupaten Asahan. Insiden tragis ini terjadi saat ia tengah melakukan pengejaran terhadap seorang kepala desa yang berstatus buronan dalam kasus pidana khusus.

Reynanda diketahui baru satu bulan bertugas di Kejaksaan Simalungun, tepatnya sejak Juni 2025. Ia ditugaskan di bidang Pidana Khusus (Pidsus), yang menangani kasus-kasus tindak pidana korupsi dan kejahatan luar biasa lainnya. Meski tergolong baru, semangat pengabdiannya telah membawanya terlibat langsung dalam operasi penting.

Kakak kandung almarhum, Ricky Pratama Ginting, menyampaikan bahwa Reynanda adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Dalam keluarga, ia dikenal sebagai sosok yang ceria, cerdas, dan penuh semangat. “Adik saya ini anak ketiga dari tiga bersaudara. Dia yang paling kecil dan kebanggaan keluarga. Baru satu bulan bertugas dari bulan Juni lalu,” ujar Ricky saat ditemui di rumah duka di Jalan Namori, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (4/7/2025).

Menurut Ricky, sejak kecil Reynanda telah menunjukkan ketertarikan pada dunia hukum. Ia berhasil menempuh pendidikan hukum dan lolos seleksi calon jaksa dengan nilai yang membanggakan. Penempatannya di bagian Pidsus Kejari Simalungun disambut dengan kebanggaan keluarga karena menjadi simbol awal dari pengabdian panjang yang ia cita-citakan.

Namun takdir berkata lain. Dalam sebuah pengejaran terhadap seorang kepala desa yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), Reynanda terlibat dalam tim yang melakukan pelacakan hingga ke wilayah perbatasan Kabupaten Asahan. Saat itu, target diketahui mencoba melarikan diri melintasi Sungai Sei Silau.

Reynanda, bersama beberapa anggota tim lainnya, mengejar buronan tersebut dan berupaya menyeberangi sungai. Namun arus yang deras dan kondisi medan yang sulit menyebabkan ia terseret dan akhirnya tenggelam. Tim penyelamat yang diterjunkan kemudian menemukan jasadnya tak jauh dari lokasi kejadian.

Kabar kematian Reynanda mengejutkan berbagai pihak, terutama di lingkungan Kejaksaan Negeri Simalungun. Kepala Kejaksaan setempat menyampaikan belasungkawa mendalam dan menyebut Reynanda sebagai sosok muda yang berani dan berdedikasi tinggi.

“Kepergian Reynanda adalah kehilangan besar bagi institusi. Dalam waktu singkat, ia telah menunjukkan komitmen dan integritas luar biasa dalam menjalankan tugas,” ujar seorang pejabat kejaksaan dalam pernyataan resminya.

Di rumah duka, suasana haru menyelimuti keluarga dan kerabat yang berdatangan. Karangan bunga dan ucapan belasungkawa terus berdatangan dari rekan kerja, pejabat daerah, hingga masyarakat yang mengenal sosok Reynanda.

Ibunda almarhum tampak terpukul atas kepergian putra bungsunya. Ia hanya bisa duduk terdiam, dikelilingi keluarga yang mencoba menguatkannya. Beberapa kerabat mengingat Reynanda sebagai anak yang tak pernah menolak tugas dan selalu patuh pada orang tua.

Prosesi pemakaman direncanakan berlangsung pada Sabtu pagi di pemakaman keluarga di kawasan Pancur Batu. Sebelum dimakamkan, jenazah disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka untuk memberi kesempatan kepada rekan-rekan dan kerabat memberikan penghormatan terakhir.

Tragedi ini menyisakan duka yang mendalam, namun juga menjadi simbol keberanian seorang anak muda yang mengabdikan dirinya untuk menegakkan hukum dan keadilan. Banyak pihak berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran bagi institusi penegak hukum untuk meningkatkan keselamatan dalam setiap operasi di lapangan.

Pemerintah daerah juga diminta untuk memberikan perhatian terhadap keluarga korban serta memberikan penghargaan atas dedikasi almarhum. Reynanda dinilai layak diberikan apresiasi sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan pengorbanannya.

Masyarakat luas ikut berduka dan menyampaikan doa agar keluarga diberi ketabahan. Nama Reynanda Primta Ginting akan selalu dikenang sebagai sosok muda yang gugur dalam tugas demi cita-cita keadilan yang ia perjuangkan sejak awal.

Pengabdian Reynanda yang singkat namun penuh semangat telah menjadi inspirasi bagi banyak calon jaksa muda lainnya. Kepergiannya menjadi pengingat bahwa tugas penegakan hukum tidak hanya membutuhkan keberanian, tetapi juga pengorbanan yang tidak jarang merenggut nyawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *