Tragedi Medan Labuhan: Remaja Tewas Diduga Tertembak Saat Pembubaran Tawuran

gubernur sumut KASUS KEJAHATAN kepolisian PAK RICO Pemerintahan pemprov sumut POLDA SUMUT

Wartawan24.com – Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Zainuddin di Jalan Kolonel Yos Sudarso, Lingkungan II, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan. Pasalnya, putra kedua mereka, Muhammad Syuhada (15), meregang nyawa dalam insiden yang diduga melibatkan penembakan oleh aparat kepolisian saat membubarkan tawuran antar kelompok remaja di sekitar gerbang Tol Belawan.

Insiden tragis ini terjadi pada malam hari ketika situasi di sekitar lokasi dilaporkan memanas akibat bentrokan antar kelompok pemuda. Dalam upaya membubarkan massa yang terlibat tawuran, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Oloan Siahaan, dikabarkan turun langsung ke lokasi untuk mengendalikan situasi yang mulai tak terkendali.

Menurut informasi awal, saat aparat mendekat, mereka mendapat perlawanan dari sejumlah remaja yang diduga terlibat dalam kericuhan. Dalam kondisi kacau tersebut, terdengar suara tembakan. Tak lama setelahnya, Muhammad Syuhada ditemukan dalam kondisi tergeletak bersimbah darah, diduga akibat peluru yang mengenai tubuhnya.

Kabar meninggalnya Syuhada dengan cepat menyebar di lingkungan sekitar. Warga berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian dan rumah duka untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Suasana pun berubah menjadi penuh emosi dan ketegangan.

Zainuddin, ayah korban, menjelaskan bahwa anaknya merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Ia mengatakan Syuhada telah berhenti sekolah sejak beberapa bulan terakhir dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan bekerja serabutan untuk membantu ekonomi keluarga.

“Dia bukan anak nakal, hanya kurang arah karena putus sekolah. Kadang bantu saya di bengkel, kadang bantu angkat barang di pelabuhan,” ujar Zainuddin dengan suara bergetar, menahan duka.

Pihak keluarga kini menuntut kejelasan dan keadilan atas insiden yang menimpa anak mereka. Mereka meminta agar aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini dan memastikan bahwa pelaku, siapa pun dia, bertanggung jawab atas kematian Syuhada.

“Kalau memang dia salah, kenapa harus sampai ditembak? Kami tidak terima kalau ini dibiarkan begitu saja,” kata salah satu kerabat korban.

Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan bahwa insiden tersebut masih dalam penyelidikan. Kapolda Sumatera Utara telah memerintahkan tim khusus untuk menyelidiki apakah benar tembakan yang menewaskan Syuhada berasal dari senjata aparat yang bertugas malam itu.

AKBP Oloan Siahaan sendiri belum memberikan keterangan resmi kepada media. Namun, pihak Humas Polres Pelabuhan Belawan menyampaikan bahwa tindakan pembubaran dilakukan sesuai prosedur karena tawuran sudah mengancam keselamatan warga dan pengguna jalan.

Kasus ini langsung mendapat perhatian dari sejumlah lembaga bantuan hukum dan aktivis perlindungan anak. Mereka mendesak agar penyelidikan dilakukan secara transparan dan tidak ada upaya menutupi fakta yang terjadi di lapangan.

“Jika benar ada pelanggaran prosedur oleh aparat, maka harus ada pertanggungjawaban. Korban adalah anak di bawah umur dan itu harus jadi perhatian serius,” ujar salah satu perwakilan LSM.

Jenazah Muhammad Syuhada telah dimakamkan pada keesokan harinya di pemakaman umum setempat. Ratusan warga ikut mengantar kepergiannya dengan suasana haru dan penuh kecaman terhadap kekerasan yang terjadi.

Peristiwa ini menyisakan luka mendalam bagi keluarga dan menjadi peringatan keras tentang perlunya pendekatan yang lebih bijak dan manusiawi dalam menangani konflik sosial, terutama yang melibatkan anak-anak dan remaja.

Masyarakat kini berharap agar pihak berwenang dapat menyelesaikan kasus ini dengan adil dan tuntas. Bagi keluarga Zainuddin, kepergian Syuhada bukan hanya kehilangan anggota keluarga, tapi juga luka yang tak mudah sembuh karena merasa keadilan belum ditegakkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *