Wali Kota Medan Rico Waas Alokasikan 35 Persen APBD 2027 untuk Pembangunan Medan Utara

INFO MEDAN PAK RICO pemko medan

MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kota Medan, khususnya kawasan Medan Utara. Komitmen tersebut diwujudkan melalui rencana pengalokasian anggaran sebesar 35 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2027 yang akan difokuskan untuk pembangunan kawasan tersebut. Langkah ini menjadi salah satu bentuk keseriusan Pemerintah Kota Medan dalam mengatasi ketimpangan pembangunan yang selama ini dirasakan oleh masyarakat di wilayah utara. Alokasi anggaran dalam jumlah besar tersebut menunjukkan bahwa Medan Utara menjadi salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan Kota Medan ke depan. Kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat proses pembenahan infrastruktur dan fasilitas publik di kawasan yang selama ini dinilai kurang mendapat perhatian.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Rico Waas dalam kegiatan Sapa Warga dan Kamling yang digelar di Jalan Masjid, Kelurahan Rengas Pulau, Lingkungan VI, Kecamatan Medan Marelan, pada Sabtu, 12 September 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu wadah bagi Wali Kota untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat terkait berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan mereka. Melalui forum semacam ini, Rico Waas dapat memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi di lapangan yang selama ini mungkin belum sepenuhnya tersampaikan melalui jalur birokrasi formal. Kehadiran langsung Wali Kota di tengah masyarakat turut mencerminkan pendekatan kepemimpinan yang lebih dekat dengan warga. Forum Sapa Warga dan Kamling ini pun menjadi salah satu program rutin yang terus digalakkan untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Menurut Rico Waas, pembangunan di kawasan Medan Utara tidak boleh hanya berfokus pada satu aspek saja, melainkan harus mencakup berbagai sektor secara menyeluruh. Ia menyebutkan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus utama yang perlu segera dibenahi guna mendukung kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari. Selain infrastruktur, sektor pendidikan turut menjadi perhatian penting mengingat kualitas fasilitas pendidikan di kawasan tersebut dinilai masih memerlukan banyak perbaikan. Sektor kesehatan juga disebutkan sebagai salah satu bidang yang harus mendapat perhatian serius dalam agenda pembangunan Medan Utara ke depan. Rico menegaskan bahwa peningkatan kualitas masyarakat secara keseluruhan menjadi tujuan akhir dari seluruh rangkaian program pembangunan yang direncanakan tersebut.

“Kita ingin pemerataan. Tidak hanya kawasan tengah Kota Medan, tetapi Medan bagian utara juga harus dibenahi,” tegas Rico Waas dalam kesempatan tersebut. Pernyataan ini menggambarkan visi Wali Kota dalam menghadirkan pembangunan yang berkeadilan bagi seluruh wilayah di Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini, kawasan tengah Kota Medan memang kerap dianggap sebagai pusat pembangunan yang lebih diprioritaskan dibandingkan wilayah pinggiran seperti Medan Utara. Melalui pernyataan tegas tersebut, Rico Waas ingin memastikan bahwa paradigma pembangunan yang timpang tersebut dapat segera diubah menjadi lebih merata. Komitmen ini sekaligus menjadi janji politik yang akan terus dikawal implementasinya hingga benar-benar terealisasi di lapangan.

Dalam kegiatan Sapa Warga dan Kamling tersebut, warga setempat turut menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini menjadi keluhan di lingkungan mereka. Salah satu persoalan yang mengemuka adalah masih banyaknya rumah tidak layak huni yang tersebar di kawasan Medan Marelan dan sekitarnya. Selain itu, masalah banjir dan drainase yang buruk juga menjadi keluhan utama yang disampaikan warga mengingat kawasan tersebut kerap tergenang saat musim hujan tiba. Persoalan-persoalan ini mencerminkan kebutuhan mendesak masyarakat akan perbaikan infrastruktur dasar yang layak di lingkungan tempat tinggal mereka. Keluhan-keluhan tersebut menjadi masukan berharga bagi Pemko Medan dalam menyusun prioritas program pembangunan pada tahun anggaran mendatang.

Selain persoalan infrastruktur dan drainase, warga juga menyampaikan keluhan terkait kondisi fasilitas pendidikan dan kesehatan yang dinilai masih perlu banyak pembenahan di kawasan Medan Utara. Fasilitas pendidikan yang kurang memadai dinilai turut berdampak pada kualitas belajar-mengajar bagi anak-anak yang bersekolah di wilayah tersebut. Demikian pula dengan fasilitas kesehatan yang dianggap belum sepenuhnya mampu melayani kebutuhan masyarakat secara optimal, terutama bagi warga dengan keterbatasan ekonomi. Keluhan-keluhan ini menjadi catatan penting bagi pemerintah kota dalam merancang program pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Perhatian terhadap kedua sektor ini dinilai krusial mengingat pendidikan dan kesehatan merupakan fondasi utama bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di kawasan tersebut.

Selain isu-isu tersebut, warga turut menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan bantuan sosial yang dinilai masih perlu diperluas jangkauannya bagi masyarakat kurang mampu di kawasan Medan Utara. Program bantuan sosial yang tepat sasaran diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi warga yang terdampak berbagai persoalan kehidupan sehari-hari. Selain itu, warga juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kondisi rumah ibadah yang tersebar di lingkungan mereka agar dapat digunakan secara layak untuk kegiatan keagamaan. Isu ini menunjukkan bahwa aspirasi masyarakat tidak hanya berkutat pada kebutuhan fisik semata, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan spiritual kehidupan warga. Seluruh masukan tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi Pemko Medan dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih komprehensif.

Persoalan lain yang turut mengemuka dalam kegiatan tersebut adalah terkait dukungan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dinilai masih memerlukan perhatian lebih dari pemerintah kota. Warga berharap pemerintah dapat menghadirkan program-program yang mampu mendorong perkembangan UMKM di kawasan Medan Utara secara lebih signifikan. Dukungan terhadap sektor UMKM ini dinilai penting mengingat sektor tersebut menjadi salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat di tingkat lokal. Selain itu, warga juga menyampaikan kebutuhan akan Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang dinilai masih terbatas jumlahnya di kawasan tersebut. Kebutuhan akan TPU ini mencerminkan pentingnya perencanaan tata ruang yang matang untuk mengakomodasi kebutuhan dasar masyarakat dalam jangka panjang.

Berbagai aspirasi yang disampaikan warga dalam kegiatan Sapa Warga dan Kamling tersebut menjadi gambaran nyata mengenai kompleksitas persoalan yang dihadapi masyarakat di kawasan Medan Utara. Rico Waas menegaskan bahwa seluruh masukan yang disampaikan warga akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam penyusunan program pembangunan tahun 2027 mendatang. Ia berkomitmen untuk memastikan bahwa alokasi anggaran sebesar 35 persen tersebut benar-benar dimanfaatkan secara tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan prioritas masyarakat. Pendekatan berbasis aspirasi warga ini dinilai penting agar program pembangunan yang dihasilkan benar-benar relevan dengan kondisi riil di lapangan. Dengan pendekatan semacam ini, diharapkan pembangunan di Medan Utara dapat berjalan lebih efektif dan tepat guna.

Ke depan, komitmen Rico Waas dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di Kota Medan diharapkan dapat terus dikawal hingga benar-benar terealisasi secara nyata di lapangan. Alokasi anggaran sebesar 35 persen untuk kawasan Medan Utara pada tahun 2027 menjadi langkah awal yang signifikan dalam upaya mengatasi ketimpangan pembangunan yang telah berlangsung lama. Berbagai persoalan yang disampaikan warga, mulai dari infrastruktur hingga kebutuhan sosial, diharapkan dapat menjadi prioritas dalam penyusunan program kerja pemerintah kota ke depan. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat melalui forum-forum seperti Sapa Warga dan Kamling dinilai menjadi kunci penting dalam mewujudkan pembangunan yang benar-benar berpihak kepada kebutuhan warga. Dengan komitmen yang kuat ini, kawasan Medan Utara diharapkan dapat mengalami transformasi signifikan dalam beberapa tahun mendatang, sejalan dengan visi pemerataan pembangunan yang dicanangkan Wali Kota Medan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *