Pemko Medan Perkuat Program Keluarga Harapan, Camat dan Lurah Diminta Kawal Pelaksanaan hingga ke Masyarakat

INFO MEDAN pemko medan

Medan — Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus berupaya memperkuat pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Medan Makmur sebagai salah satu program unggulan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya kelompok lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas. Penguatan program ini dinilai penting mengingat besarnya manfaat yang dirasakan langsung oleh kelompok masyarakat rentan tersebut.

Guna memastikan agar manfaat program benar-benar tepat sasaran dan tidak salah alamat, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, meminta seluruh camat dan lurah di jajaran Pemko Medan untuk berperan aktif mengawal pelaksanaan program tersebut hingga ke tengah-tengah masyarakat. Menurutnya, keterlibatan langsung perangkat wilayah menjadi kunci agar bantuan sosial dapat diterima oleh mereka yang benar-benar berhak.

Permintaan tersebut disampaikan Rico Waas yang diwakili oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Medan, Erfin Fahrurrazi, saat memimpin Rapat Koordinasi PKH yang digelar di Ruang Rapat III, Balai Kota Medan, pada Rabu (2/9/2026). Kehadiran Pj Sekda mewakili Wali Kota menunjukkan besarnya perhatian Pemko Medan terhadap keberlangsungan program ini.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait, serta diikuti oleh seluruh camat dan lurah se-Kota Medan. Kehadiran seluruh unsur ini menegaskan bahwa pelaksanaan PKH Medan Makmur membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari tingkat kota hingga tingkat kelurahan.

Dalam sambutannya, Erfin Fahrurrazi menjelaskan bahwa rapat koordinasi tersebut menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi di antara seluruh jajaran, agar pelaksanaan PKH Medan Makmur dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dan benar-benar tepat sasaran. Ia menekankan, tanpa adanya kesamaan pemahaman, program sebaik apa pun berisiko tidak berjalan optimal di lapangan.

“Forum ini kita jadikan untuk menyamakan persepsi. Tolong keikhlasannya, kita sukseskan program ini, karena ini sangat membantu masyarakat kita,” kata Erfin dengan nada penuh harap kepada seluruh peserta rapat.

Lebih lanjut, Erfin menjelaskan bahwa peran camat dan lurah dinilai akan semakin penting seiring dengan adanya rencana penambahan 10.000 penerima manfaat baru. Penambahan tersebut rencananya akan direalisasikan melalui perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026, dengan prioritas utama diberikan kepada kelompok lansia dan penyandang disabilitas yang selama ini membutuhkan perhatian khusus.

Menyikapi rencana penambahan penerima manfaat tersebut, seluruh perangkat wilayah diminta untuk turun langsung ke lapangan. Camat dan lurah diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai program ini, tetapi juga secara aktif mengawal proses pendataan serta pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos), agar tahapan tersebut dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Selain itu, Erfin turut meminta agar realisasi pendaftaran Perlinsos dapat diselesaikan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan. Ketepatan waktu ini dinilai penting agar penyaluran bantuan kepada masyarakat yang berhak tidak mengalami hambatan maupun keterlambatan yang dapat merugikan penerima manfaat.

Pada akhir arahannya, Erfin menyampaikan harapan agar koordinasi antara seluruh perangkat daerah, camat, dan lurah dapat terus diperkuat ke depannya. Ia berharap, dengan sinergi yang solid tersebut, PKH Medan Makmur tidak sekadar berjalan sebagai program yang bersifat administratif belaka, melainkan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya secara nyata dan menyeluruh oleh masyarakat Kota Medan yang membutuhkan, khususnya para lansia dan penyandang disabilitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *