Dubes Iran Serukan Persatuan Umat Islam, Hindari Perdebatan Syiah dan Sunni

indonesiaku INFO MEDAN INFO SUMUT KASUS KEJAHATAN Mancanegara
Dubes Iran Serukan Persatuan Umat Islam, Hindari Perdebatan Syiah dan SunniWARTAWAN24.COM

MANCANEGARA – Duta Besar Republik Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengajak umat Islam untuk tidak lagi memperdebatkan perbedaan mazhab Syiah dan Sunni. Seruan ini disampaikan dalam konteks pentingnya menjaga persatuan umat.

Ajakan tersebut disampaikan Boroujerdi saat menghadiri pertemuan dengan sejumlah tokoh Islam di kediaman Din Syamsuddin di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, pada Jumat, 3 April 2026.

Dalam pertemuan itu, ia menegaskan bahwa perbedaan mazhab seharusnya tidak menjadi sumber perpecahan. Justru, keberagaman dalam Islam perlu disikapi dengan sikap saling menghormati.

Menurut Boroujerdi, isu perbedaan antara Syiah dan Sunni kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu. Tujuannya adalah untuk memecah belah umat Islam di berbagai negara.

Ia menilai bahwa umat Islam memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan, terutama di tengah situasi global yang penuh tantangan. Solidaritas menjadi hal yang sangat penting.

Seruan ini juga disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Konflik yang melibatkan Iran dengan Israel dan Amerika Serikat turut menjadi latar belakang pernyataan tersebut.

Boroujerdi mengingatkan bahwa perpecahan internal umat hanya akan memperlemah posisi mereka di tengah dinamika global. Oleh karena itu, persatuan menjadi kunci utama.

Dalam pertemuan tersebut, diskusi berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Para tokoh yang hadir menyambut baik ajakan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah.

Ia juga menekankan pentingnya dialog antarmazhab sebagai sarana untuk membangun pemahaman. Dialog dinilai lebih efektif dibandingkan perdebatan yang berpotensi memicu konflik.

Selain itu, peran tokoh agama sangat penting dalam menjaga kondusivitas di tengah masyarakat. Mereka diharapkan dapat menjadi penyejuk dalam menghadapi perbedaan.

Boroujerdi juga mengapresiasi Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar yang mampu menjaga kerukunan. Indonesia dinilai menjadi contoh dalam mengelola keberagaman.

Ia berharap nilai-nilai toleransi yang ada di Indonesia dapat terus dipertahankan dan menjadi inspirasi bagi negara lain. Keharmonisan antarumat menjadi kekuatan tersendiri.

Seruan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa isu keagamaan tidak seharusnya dijadikan alat politik atau kepentingan tertentu. Persatuan umat harus tetap dijaga.

Masyarakat diharapkan dapat menyikapi perbedaan dengan bijak dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum tentu benar. Literasi dan pemahaman menjadi kunci penting.

Dengan ajakan ini, diharapkan umat Islam dapat semakin solid dan tidak terpecah oleh perbedaan mazhab. Persatuan dan kebersamaan menjadi fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *