
KOTA MEDAN – Pemerintah Kota Medan menargetkan penataan infrastruktur perkotaan melalui program penghapusan kabel udara di sejumlah ruas jalan utama. Program ini direncanakan rampung pada tahun 2026. Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya memperindah wajah kota. Selain itu, penataan juga bertujuan meningkatkan kenyamanan ruang publik. Program ini menjadi salah satu prioritas pembangunan kota.
Pelaksanaan program penataan kabel udara ini dikoordinasikan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kota Medan. Dinas tersebut bertanggung jawab atas aspek teknis dan pelaksanaan di lapangan. Penataan dilakukan secara bertahap dan terencana. Pemerintah memastikan setiap tahapan berjalan sesuai standar. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat.
Dalam program ini, kabel udara yang melintang di atas jalan akan dipotong dan ditertibkan. Tiang-tiang utilitas yang tidak lagi digunakan akan dibongkar. Selanjutnya, jaringan utilitas akan dialihkan ke sistem bawah tanah. Langkah ini dinilai lebih aman dan tertata. Penataan tersebut juga mengurangi risiko gangguan akibat cuaca ekstrem.
Sejumlah ruas jalan utama telah ditetapkan sebagai prioritas. Jalan Dr Mansyur, Jalan Juanda, Jalan Zainul Arifin, dan Jalan Imam Bonjol termasuk dalam daftar tersebut. Selain itu, beberapa ruas strategis lainnya juga masuk dalam program. Pemilihan ruas jalan dilakukan berdasarkan tingkat kepadatan dan fungsi jalan. Pemerintah ingin dampak penataan dapat dirasakan luas.
Penataan kabel udara ini diharapkan meningkatkan estetika kawasan perkotaan. Kabel yang semrawut selama ini dinilai mengganggu pemandangan. Dengan sistem bawah tanah, wajah kota akan tampak lebih rapi. Hal ini juga mendukung konsep kota modern. Pemerintah menilai estetika menjadi bagian penting dari pembangunan.
Selain aspek visual, program ini juga memperhatikan faktor keselamatan. Kabel udara berpotensi membahayakan pengguna jalan jika terjadi kerusakan. Dengan sistem bawah tanah, risiko tersebut dapat diminimalkan. Pemerintah ingin menciptakan ruang publik yang aman. Keselamatan warga menjadi pertimbangan utama.
Pemerintah Kota Medan menyadari bahwa pelaksanaan program ini memerlukan koordinasi dengan berbagai pihak. Operator utilitas seperti listrik dan telekomunikasi turut dilibatkan. Sinkronisasi jadwal pekerjaan menjadi hal penting. Pemerintah berupaya agar aktivitas masyarakat tidak terganggu. Proses penataan dilakukan dengan perencanaan matang.
Program ini juga sejalan dengan upaya penataan kawasan heritage dan pusat kota. Beberapa ruas jalan yang ditata memiliki nilai sejarah dan ekonomi tinggi. Penataan kabel di kawasan tersebut diharapkan mendukung pariwisata kota. Lingkungan yang rapi dinilai lebih menarik bagi pengunjung. Pemerintah ingin potensi kota semakin berkembang.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Informasi terkait tahapan pekerjaan akan disampaikan secara terbuka. Masyarakat diimbau memahami adanya aktivitas konstruksi sementara. Pemerintah berharap dukungan dari seluruh pihak. Partisipasi masyarakat dinilai penting.
Penataan utilitas bawah tanah membutuhkan perencanaan teknis yang detail. Pemerintah memastikan pekerjaan dilakukan sesuai standar konstruksi. Aspek keamanan dan ketahanan infrastruktur menjadi perhatian. Pengawasan dilakukan secara berkala. Hal ini untuk memastikan kualitas hasil pekerjaan.
Pemerintah Kota Medan menargetkan seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai jadwal. Tahun 2026 ditetapkan sebagai batas waktu penyelesaian. Setiap ruas jalan memiliki target pengerjaan masing-masing. Evaluasi dilakukan secara berkala. Pemerintah berkomitmen menjaga konsistensi pelaksanaan.
Program bebas kabel udara ini juga mendukung konsep kota berkelanjutan. Infrastruktur bawah tanah dinilai lebih ramah lingkungan. Penataan yang baik dapat mengurangi gangguan visual dan fisik. Pemerintah ingin pembangunan kota selaras dengan prinsip keberlanjutan. Langkah ini menjadi bagian dari visi jangka panjang.
Dari sisi ekonomi, penataan kota diharapkan berdampak positif. Lingkungan yang tertata dapat meningkatkan nilai kawasan. Aktivitas usaha di sepanjang ruas jalan diharapkan semakin berkembang. Pemerintah melihat potensi pertumbuhan ekonomi lokal. Penataan infrastruktur menjadi fondasi penting.
Pemerintah juga mempertimbangkan efisiensi jangka panjang dari program ini. Meskipun membutuhkan biaya besar di awal, sistem bawah tanah dinilai lebih tahan lama. Perawatan infrastruktur menjadi lebih terkontrol. Gangguan jaringan dapat diminimalkan. Hal ini mendukung pelayanan publik yang lebih baik.
Penataan kabel udara ini bukan kali pertama dilakukan. Beberapa kawasan di Medan sebelumnya telah ditata serupa. Hasilnya dinilai cukup positif. Pengalaman tersebut menjadi dasar pengembangan program lanjutan. Pemerintah terus melakukan penyempurnaan.
Dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat juga menjadi bagian penting. Program ini selaras dengan kebijakan penataan kota nasional. Sinkronisasi kebijakan dilakukan agar pelaksanaan berjalan efektif. Pemerintah Kota Medan terus berkoordinasi. Sinergi antarlevel pemerintahan diperkuat.
Masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat jangka panjang dari program ini. Ruang publik yang rapi dan aman akan meningkatkan kualitas hidup. Pemerintah ingin menghadirkan kota yang nyaman. Penataan infrastruktur menjadi salah satu kuncinya. Program ini diarahkan untuk kepentingan bersama.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus membenahi wajah Kota Medan. Penataan kabel udara hanyalah satu bagian dari upaya tersebut. Program lain di bidang infrastruktur juga terus berjalan. Semua diarahkan pada peningkatan pelayanan publik. Kota Medan ditargetkan semakin tertata.
Dengan target 12 ruas jalan bebas kabel udara, pemerintah berharap terjadi perubahan signifikan. Wajah kota akan terlihat lebih modern dan bersih. Aktivitas masyarakat di ruang publik menjadi lebih nyaman. Pemerintah optimistis target dapat tercapai. Pelaksanaan akan terus dipantau.
Program penataan kabel udara ini menjadi simbol transformasi Kota Medan. Pemerintah berupaya menghadirkan tata kota yang lebih baik. Dengan infrastruktur yang tertata, kota diharapkan semakin berdaya saing. Komitmen pembangunan terus dijaga. Medan diarahkan menjadi kota yang rapi, aman, dan nyaman bagi seluruh warganya.
