Medan Teguhkan Harmoni Budaya, Rico Waas Soroti Toleransi sebagai Kekuatan Kota

INFO MEDAN pemko medan

WARTAWAN24.COM – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa keterbukaan budaya telah lama menjadi ciri khas Kota Medan. Keberagaman suku dan etnis hidup berdampingan secara harmonis. Nilai toleransi tumbuh dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Kondisi ini menjadi kekuatan sosial kota. Medan dikenal sebagai kota multikultural.

Rico Waas menyampaikan bahwa toleransi bukan sekadar slogan. Nilai tersebut tercermin dalam aktivitas sosial masyarakat. Berbagai perayaan adat diikuti lintas komunitas. Masyarakat saling menghormati perbedaan. Hal ini memperkuat persatuan warga.

Pernyataan tersebut disampaikan Rico Waas saat menghadiri Lucky Prosperity Expo 2026. Acara itu digelar di Mall Centre Point Medan. Kegiatan berlangsung meriah dan penuh nuansa budaya. Ribuan pengunjung tampak antusias. Expo ini menjadi ajang pertemuan lintas budaya.

Lucky Prosperity Expo 2026 menghadirkan beragam unsur budaya. Kegiatan ini menjadi simbol keterbukaan Kota Medan. Berbagai komunitas budaya terlibat aktif. Suasana kebersamaan terasa kuat. Toleransi menjadi pesan utama acara.

Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas menekankan pentingnya menjaga keharmonisan. Ia menyebut keberagaman sebagai anugerah. Setiap budaya memiliki nilai luhur. Perbedaan justru memperkaya identitas kota. Pemerintah berkomitmen menjaga harmoni.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting. Hadir Biksu Virya Dharma Mahastrawira. Anggota DPRD Sumatera Utara Hasyim juga tampak hadir. Anggota DPRD Kota Medan Lily turut meramaikan acara. Kehadiran tokoh lintas sektor memperkuat makna kegiatan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara, H. Ahmad Qosbi, juga hadir. Kehadirannya menegaskan dukungan terhadap toleransi antarumat beragama. Ketua TP PKK Medan, Airin Rico Waas, turut mendampingi. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat terlihat jelas. Acara berlangsung khidmat dan meriah.

Rico Waas secara resmi membuka rangkaian kegiatan Fa Hua Exhibition 2026. Ia juga menyempatkan diri meninjau langsung pameran. Beragam karya seni dipamerkan kepada publik. Setiap karya mencerminkan nilai budaya tinggi. Pengunjung tampak mengapresiasi karya tersebut.

Fa Hua Exhibition 2026 menampilkan Chinese Painting dan Calligraphy. Karya-karya tersebut mencerminkan filosofi budaya Tionghoa. Keindahan visual menjadi daya tarik utama. Pengunjung dapat belajar makna di balik setiap karya. Pameran ini sarat nilai edukatif.

Selain itu, pameran kerajinan keramik oriental turut ditampilkan. Kerajinan tersebut menunjukkan keahlian seni tinggi. Setiap detail dibuat dengan ketelitian. Nilai historis keramik menjadi sorotan. Karya ini menarik perhatian pengunjung.

Galeri Chinese Art & Heritage Display juga menjadi bagian pameran. Galeri ini menampilkan sejarah dan warisan budaya. Pengunjung diajak mengenal perjalanan budaya Tionghoa. Informasi disajikan secara menarik. Edukasi budaya menjadi tujuan utama.

Area Lampion & Mei Hu Garden menambah keindahan pameran. Nuansa khas oriental terasa kuat. Lampion berwarna-warni menghiasi area. Taman Mei Hu menghadirkan suasana damai. Pengunjung menikmati keindahan tersebut.

Kolam Teratai Kwan Im menjadi salah satu ikon pameran. Kolam ini melambangkan kedamaian dan welas asih. Banyak pengunjung berfoto di area tersebut. Simbol spiritual menjadi daya tarik tersendiri. Nilai religius turut dihadirkan.

Pameran oil painting juga menarik perhatian publik. Karya lukis modern berpadu dengan tema tradisional. Perpaduan ini mencerminkan dialog budaya. Seniman menampilkan kreativitas tinggi. Karya-karya mendapat apresiasi luas.

Borobudur Heritage turut dihadirkan dalam pameran. Elemen ini menunjukkan keterkaitan budaya Nusantara. Nilai sejarah Indonesia diperkenalkan. Pengunjung diajak mengenal warisan bangsa. Keberagaman budaya nasional ditonjolkan.

Feng Shui art juga menjadi bagian dari rangkaian pameran. Karya ini menampilkan filosofi keseimbangan hidup. Banyak pengunjung tertarik mempelajari maknanya. Seni dan kepercayaan berpadu harmonis. Pameran ini memperluas wawasan budaya.

Berbagai aksesori oriental melengkapi pameran. Produk-produk tersebut menampilkan keunikan seni Timur. Pengunjung dapat membeli aksesori khas. Kegiatan ekonomi kreatif turut bergerak. UMKM budaya mendapat ruang promosi.

Rico Waas menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. Ia menilai kegiatan budaya memperkuat persaudaraan. Interaksi lintas budaya semakin erat. Pemerintah akan terus mendukung kegiatan serupa. Budaya menjadi perekat sosial.

Menurut Rico, pembangunan kota tidak hanya soal fisik. Pembangunan sosial dan budaya sama pentingnya. Toleransi menjadi fondasi kemajuan. Medan diharapkan menjadi contoh kota inklusif. Nilai kebersamaan harus terus dijaga.

Lucky Prosperity Expo 2026 menjadi cerminan harmoni Kota Medan. Keberagaman dirayakan dalam suasana damai. Acara ini memperkuat identitas multikultural. Pemerintah dan masyarakat berjalan seiring. Medan terus meneguhkan diri sebagai kota toleran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *