
SUMATERA UTARA – Sekitar 60 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 071123 Pulau Tello, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, dilaporkan mengalami dugaan keracunan makanan pada Selasa (24/2/2026). Peristiwa tersebut terjadi setelah para siswa mengonsumsi makanan yang dibagikan di lingkungan sekolah. Sejumlah siswa mengeluhkan gejala seperti mual, muntah, dan sakit perut. Kondisi ini membuat pihak sekolah segera mengambil langkah penanganan darurat.
Para siswa yang mengalami gejala langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Mereka saat ini menjalani perawatan intensif di Puskesmas Pulau Tello. Tenaga medis melakukan observasi untuk memastikan kondisi kesehatan para siswa tetap stabil. Beberapa siswa dilaporkan masih dalam pengawasan.
Peristiwa ini terjadi di wilayah Pulau Tello yang berada di Kabupaten Nias Selatan. Daerah tersebut merupakan salah satu wilayah kepulauan di Sumatera Utara. Akses layanan kesehatan di wilayah ini mengandalkan puskesmas sebagai fasilitas utama. Oleh karena itu, penanganan cepat menjadi prioritas.
Menurut informasi awal, dugaan keracunan muncul setelah siswa mengonsumsi makanan yang disebut sebagai MBG. Namun hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. Sampel makanan telah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut. Hasil uji laboratorium akan menjadi dasar penentuan penyebab.
Pihak sekolah menyatakan telah berkoordinasi dengan orang tua siswa. Komunikasi intensif dilakukan guna memberikan informasi terkait kondisi anak-anak mereka. Orang tua juga diminta tetap tenang dan mempercayakan penanganan medis kepada tenaga kesehatan. Sekolah memastikan akan mendampingi siswa hingga pulih sepenuhnya.
Dinas Kesehatan setempat turut turun tangan memantau perkembangan kasus ini. Tim kesehatan melakukan pendataan terhadap seluruh siswa yang terdampak. Selain itu, dilakukan pemeriksaan terhadap lingkungan sekolah untuk memastikan tidak ada faktor lain yang memicu gangguan kesehatan. Langkah ini penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Beberapa siswa dilaporkan mengalami gejala ringan dan berangsur membaik setelah mendapatkan penanganan medis. Meski demikian, observasi tetap dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan komplikasi. Tenaga medis memberikan cairan infus kepada siswa yang mengalami dehidrasi. Proses pemulihan diperkirakan memerlukan waktu beberapa hari.
Peristiwa dugaan keracunan makanan di lingkungan sekolah menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Keamanan pangan, khususnya bagi anak-anak usia sekolah, merupakan hal yang sangat penting. Pengawasan terhadap penyediaan makanan perlu ditingkatkan. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan setelah hasil pemeriksaan keluar.
Selain aspek medis, pihak berwenang juga akan menelusuri proses distribusi dan penyimpanan makanan. Jika ditemukan kelalaian, langkah administratif atau hukum dapat ditempuh sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya menjaga keselamatan siswa. Transparansi dalam penyelidikan akan dikedepankan.
Masyarakat Pulau Tello pun menunjukkan kepedulian terhadap para siswa yang dirawat. Sejumlah warga datang menjenguk dan memberikan dukungan moral kepada keluarga korban. Solidaritas tersebut mencerminkan kuatnya ikatan sosial di wilayah kepulauan ini. Dukungan psikologis juga dinilai penting dalam proses pemulihan anak-anak.
Pihak sekolah untuk sementara melakukan evaluasi kegiatan yang melibatkan konsumsi makanan bersama. Langkah pencegahan diambil sambil menunggu hasil investigasi resmi. Kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan penyesuaian tertentu. Keselamatan siswa menjadi prioritas utama.
Kasus ini mengingatkan pentingnya standar higienitas dalam penyajian makanan di sekolah. Prosedur kebersihan dan penyimpanan harus sesuai dengan pedoman kesehatan. Pengawasan berkala dari dinas terkait menjadi langkah preventif yang diperlukan. Edukasi mengenai keamanan pangan juga perlu ditingkatkan.
Hingga kini, belum ada laporan korban dalam kondisi kritis. Mayoritas siswa menunjukkan respons positif terhadap perawatan yang diberikan. Tenaga medis terus memantau perkembangan kesehatan mereka. Keluarga siswa diharapkan tetap mengikuti arahan petugas kesehatan.
Pemerintah daerah berjanji akan menyampaikan hasil investigasi secara terbuka kepada publik. Informasi resmi akan menjadi rujukan agar tidak terjadi spekulasi yang meresahkan. Kejelasan penyebab sangat penting untuk mencegah kesalahpahaman. Semua pihak diminta menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Peristiwa dugaan keracunan ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor pendidikan dan kesehatan. Koordinasi cepat antara sekolah, tenaga medis, dan pemerintah daerah terbukti krusial. Diharapkan seluruh siswa dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa. Ke depan, langkah pencegahan yang lebih ketat akan menjadi prioritas demi keselamatan anak-anak di lingkungan sekolah.
