
WARTAWAN24.COM – Sebuah mobil dilaporkan tenggelam di underpass Kota Medan akibat hujan deras. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu sore, 4 Januari 2026. Kejadian ini menarik perhatian warga sekitar. Video peristiwa itu beredar luas di media sosial. Kondisi cuaca ekstrem menjadi pemicu utama insiden tersebut.
Menurut informasi dari pengirim video, kejadian terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu hujan turun dengan intensitas tinggi. Air dengan cepat menggenangi area underpass. Ketinggian air terus meningkat dalam waktu singkat. Mobil yang melintas akhirnya tidak dapat melanjutkan perjalanan.
Lokasi kejadian berada di Jalan Emas Medan. Area tersebut berada dekat sebuah plaza perbelanjaan. Underpass juga terhubung dengan Jalan Wahidin Medan. Wilayah ini dikenal sebagai jalur padat kendaraan. Saat hujan deras, kawasan ini sering mengalami genangan.
Dalam video yang beredar, terlihat mobil terendam hampir seluruh bodinya. Air menutupi mesin kendaraan. Kondisi tersebut membuat mobil tidak dapat dievakuasi dengan cepat. Beberapa warga tampak membantu dari tepi jalan. Arus lalu lintas di sekitar lokasi pun terganggu.
Underpass tersebut diketahui kerap mengalami banjir. Saat hujan deras, ketinggian air bisa mencapai setinggi mobil. Kondisi ini membuat jalur tidak bisa dilintasi kendaraan. Warga sekitar sudah sering mengeluhkan situasi tersebut. Namun, permasalahan banjir masih berulang.
Pengendara yang melintas diimbau untuk lebih berhati-hati. Terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Banyak pengendara tidak menyadari kedalaman genangan air. Hal ini berisiko menyebabkan kendaraan mogok. Bahkan bisa membahayakan keselamatan.
Beberapa pengendara memilih berhenti sebelum memasuki underpass. Mereka menunggu air surut sebelum melanjutkan perjalanan. Namun, tidak sedikit pula yang nekat melintas. Akibatnya, kendaraan terjebak banjir. Situasi ini memperparah kemacetan.
Warga sekitar menyebut kejadian serupa sering terjadi. Setiap musim hujan, underpass ini menjadi titik rawan banjir. Sistem drainase dinilai belum optimal. Air hujan sulit mengalir keluar dengan cepat. Akibatnya, genangan bertahan cukup lama.
Petugas terkait dilaporkan datang ke lokasi kejadian. Mereka membantu mengatur arus lalu lintas. Upaya evakuasi kendaraan juga dilakukan. Namun, proses evakuasi memerlukan waktu. Hal ini karena kondisi air yang masih tinggi.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pengemudi mobil berhasil menyelamatkan diri. Namun, kerugian materi diperkirakan cukup besar. Kendaraan mengalami kerusakan akibat terendam air. Kondisi ini menjadi perhatian serius.
Hujan deras yang melanda Kota Medan terjadi sejak siang hari. Beberapa wilayah lain juga dilaporkan tergenang. Curah hujan tinggi membuat sistem drainase kewalahan. Air meluap ke jalan-jalan utama. Situasi ini mengganggu aktivitas masyarakat.
Pemerintah kota sebelumnya telah mengidentifikasi beberapa titik rawan banjir. Underpass di Jalan Emas termasuk salah satunya. Namun, solusi jangka panjang masih diperlukan. Penanganan sementara dinilai belum cukup efektif. Evaluasi menyeluruh perlu dilakukan.
Warga berharap adanya perbaikan infrastruktur drainase. Normalisasi saluran air dinilai sangat penting. Selain itu, pompa air tambahan juga dibutuhkan. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi genangan. Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas.
Media sosial menjadi sarana utama penyebaran informasi kejadian ini. Video dan foto dengan cepat viral. Banyak warganet menyampaikan keprihatinan. Tidak sedikit pula yang mengkritik kondisi infrastruktur. Peristiwa ini menjadi sorotan publik.
Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk menghindari jalur rawan banjir. Informasi kondisi jalan diminta untuk selalu dipantau. Pengendara diharapkan tidak memaksakan diri melintas. Keselamatan harus diutamakan. Kepatuhan terhadap imbauan sangat diperlukan.
Cuaca ekstrem diperkirakan masih berpotensi terjadi. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan. Terutama bagi pengguna kendaraan bermotor. Perubahan cuaca yang cepat dapat membahayakan. Antisipasi dini sangat penting.
Kejadian mobil tenggelam ini menjadi pengingat bagi semua pihak. Infrastruktur kota harus mampu menghadapi cuaca ekstrem. Perencanaan drainase yang baik sangat dibutuhkan. Perawatan rutin juga harus dilakukan. Hal ini demi kenyamanan dan keselamatan warga.
Selain pemerintah, peran masyarakat juga diperlukan. Tidak membuang sampah sembarangan menjadi langkah sederhana. Sampah dapat menyumbat saluran air. Jika saluran lancar, genangan bisa berkurang. Kesadaran bersama sangat diperlukan.
Hingga sore hari, genangan di lokasi dilaporkan mulai surut. Arus lalu lintas berangsur normal. Namun, petugas tetap berjaga. Pemantauan terus dilakukan. Antisipasi banjir susulan menjadi perhatian.
Insiden mobil tenggelam di underpass Medan ini menjadi pelajaran penting. Kewaspadaan saat hujan deras harus ditingkatkan. Penanganan banjir perlu dilakukan secara menyeluruh. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan. Dengan demikian, kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang.
