
WARATAWAN24.COM – Suasana tenang di kantor Wali Kota Medan mendadak berubah menjadi kepanikan, Selasa (4/11/2025), ketika suara sirene darurat menggema di seluruh area kompleks pemerintahan tersebut. Bunyi sirene itu menandai adanya guncangan gempa bumi yang terasa cukup kuat hingga membuat gedung berlantai empat tersebut bergoyang.
Para pegawai yang sedang bekerja di masing-masing ruangan sontak terkejut. Banyak dari mereka yang awalnya mengira ada kebakaran, namun segera menyadari bahwa lantai di bawah kaki mereka ikut bergetar. “Awalnya saya kira alarm kebakaran, tapi pas lihat monitor komputer goyang, baru sadar itu gempa,” ujar Sinta, salah seorang staf administrasi.
Guncangan gempa tersebut terasa selama beberapa detik, namun cukup membuat perabotan kantor bergetar dan beberapa berkas jatuh ke lantai. Pegawai yang berada di lantai tiga dan empat segera berlari menuju tangga darurat untuk menyelamatkan diri.
Pihak keamanan dan petugas Satpol PP yang berjaga langsung mengarahkan seluruh pegawai untuk berkumpul di lapangan terbuka di depan kantor. Prosedur evakuasi berjalan tertib meskipun sempat diwarnai kepanikan di awal.
Menurut laporan sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, gempa yang dirasakan di pusat kota memiliki kekuatan sekitar 4,8 magnitudo, dengan pusat gempa berada di wilayah Kabupaten Deli Serdang bagian utara.
Kepala BPBD Kota Medan, Zainuddin Lubis, mengatakan bahwa guncangan terasa cukup kuat karena kedalaman gempa yang relatif dangkal. “Kita masih memantau kemungkinan gempa susulan. Untuk sementara belum ada laporan kerusakan parah di wilayah Medan,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang saat kejadian sedang berada di lokasi, langsung menenangkan para pegawai. Ia meminta semua pihak untuk tetap waspada, tetapi tidak panik. “Yang paling penting keselamatan. Gedung kita akan segera diperiksa untuk memastikan tidak ada kerusakan struktural,” ujarnya.
Setelah kondisi dinyatakan aman oleh petugas keamanan dan BPBD, sebagian pegawai kembali ke kantor untuk mengambil barang-barang penting yang tertinggal. Namun, aktivitas perkantoran sempat dihentikan sementara selama satu jam.
Sejumlah saksi mata menyebutkan bahwa selain di kantor Wali Kota, gempa juga terasa di beberapa wilayah lain seperti Medan Denai, Medan Johor, dan Medan Petisah. Warga di kawasan tersebut sempat keluar rumah karena khawatir terjadi gempa susulan.
Menurut data dari BMKG Wilayah I Medan, gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun masyarakat tetap diminta berhati-hati terhadap kemungkinan retakan di bangunan atau longsor di wilayah berbukit.
Petugas pemadam kebakaran dan tim medis juga disiagakan di sekitar kantor Wali Kota untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban luka akibat kepanikan. Untungnya, hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka.
Gempa yang mengguncang Medan kali ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana. Banyak pegawai mengaku baru pertama kali merasakan latihan evakuasi secara nyata, bukan simulasi.
“Kami pernah latihan simulasi bencana, tapi tadi terasa nyata sekali. Jadi benar-benar panik walau sudah tahu prosedurnya,” kata Rudi, staf bagian umum.
Pemerintah Kota Medan berencana melakukan evaluasi terhadap sistem peringatan dini dan jalur evakuasi di seluruh gedung pemerintahan. Langkah ini diambil agar ketika terjadi bencana di kemudian hari, proses penyelamatan bisa lebih cepat dan aman.
Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum juga akan melakukan pemeriksaan terhadap struktur bangunan untuk memastikan tidak ada retakan atau kerusakan yang bisa membahayakan keselamatan pegawai.
Beberapa warga sekitar yang menyaksikan kepanikan di kantor Wali Kota turut merekam momen tersebut dan membagikannya di media sosial. Dalam waktu singkat, video tersebut viral dan mengundang beragam komentar.
Sebagian netizen mengapresiasi ketenangan beberapa petugas dalam mengarahkan evakuasi, namun ada juga yang menyoroti perlunya peningkatan sistem keamanan di gedung-gedung publik.
Wali Kota Medan menegaskan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh aparatur pemerintah. “Kesiapsiagaan bencana harus menjadi budaya, bukan sekadar rutinitas latihan tahunan,” tegasnya.
Hingga malam hari, tim gabungan BPBD dan Dinas PU masih memantau kondisi di sekitar kantor. Tidak ditemukan tanda-tanda bahaya lanjutan, namun petugas tetap bersiaga jika terjadi gempa susulan.
Dengan berakhirnya kepanikan tersebut, suasana di kantor Wali Kota Medan perlahan kembali normal. Meski demikian, kejadian ini meninggalkan pesan kuat tentang pentingnya kewaspadaan dan koordinasi dalam menghadapi situasi darurat.
