Pemko Medan dan Tani Merdeka Kolaborasi Wujudkan Pertanian Perkotaan yang Tangguh dan Berkelanjutan

INFO MEDAN PAK RICO pemko medan

WARTAWAN24.COM – Medan, 2 November 2025. Pemerintah Kota (Pemko) Medan menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan pertanian perkotaan sebagai solusi ketahanan pangan masa depan. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa Pemko siap berkolaborasi dengan Tani Merdeka Indonesia Kota Medan untuk menghadirkan inovasi dan keberlanjutan dalam sektor pertanian di wilayah perkotaan.

Hal tersebut disampaikan Rico saat menghadiri Pelantikan Pengurus Kecamatan Tani Merdeka Indonesia se-Kota Medan di Thayyiba Hall RM Wong Solo, Medan, pada Minggu (2/11/2025). Acara tersebut dihadiri oleh para pengurus dari 21 kecamatan, tokoh masyarakat, serta perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Medan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Medan menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Menurutnya, semangat dan komitmen para anggota Tani Merdeka merupakan modal sosial yang sangat berharga untuk membangun kemandirian pangan di tengah tantangan urbanisasi yang terus meningkat.

“Pertanian perkotaan bukan lagi sekadar hobi, melainkan kebutuhan strategis. Kota Medan harus mampu menghasilkan sebagian bahan pangannya sendiri melalui teknologi dan kolaborasi masyarakat,” ujar Rico.

Ia menegaskan, Pemko Medan siap memberikan dukungan dalam bentuk fasilitasi pelatihan, bantuan bibit, pupuk, hingga akses pemasaran bagi para petani kota. Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat adopsi sistem pertanian modern seperti hidroponik, vertikultur, dan aquaponik yang efisien dan ramah lingkungan.

Menurut Rico, kerja sama dengan Tani Merdeka sejalan dengan visi Medan sebagai kota hijau dan berdaya tahan pangan, di mana masyarakat berperan aktif dalam mengelola lahan pekarangan, ruang terbuka, dan fasilitas umum untuk kegiatan produktif.

“Setiap jengkal tanah di perkotaan harus bisa memberi manfaat. Bahkan halaman rumah bisa menjadi kebun kecil yang menghasilkan,” ungkapnya.

Ketua Tani Merdeka Indonesia Kota Medan, Syarifuddin Nasution, menyambut baik dukungan Pemko. Ia menyebut, sinergi antara pemerintah dan masyarakat tani akan membuka peluang besar dalam meningkatkan kesejahteraan petani urban sekaligus menjaga ketahanan pangan keluarga.

“Kami siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian kota. Dengan bimbingan teknis dan dukungan kebijakan, kami optimis bisa menciptakan petani-petani muda yang kreatif dan tangguh,” ujar Syarifuddin.

Ia menambahkan, saat ini banyak generasi muda yang mulai tertarik pada urban farming karena sifatnya yang modern, efisien, dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Beberapa kecamatan di Medan bahkan telah memulai proyek kebun hidroponik komunitas yang hasil panennya disalurkan ke pasar lokal dan sekolah.

Selain itu, gerakan Tani Merdeka juga berfokus pada edukasi lingkungan. Melalui program “Hijaukan Medan,” mereka mengajak warga untuk menanam sayur dan tanaman obat di halaman rumah. Program ini dinilai efektif dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketahanan pangan lokal.

Rico dalam kesempatan itu menegaskan, kolaborasi semacam ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan kota tidak hanya bertumpu pada sektor industri dan jasa, tetapi juga pada penguatan pangan dan lingkungan.

“Kalau masyarakat bisa menanam sendiri, ketergantungan terhadap pasokan dari luar kota akan berkurang. Ini langkah penting menuju kemandirian pangan Medan,” ucapnya.

Pemko Medan, lanjut Rico, akan menyiapkan program pendampingan terpadu melalui Dinas Pertanian agar para petani kota dapat memanfaatkan teknologi dan sistem pertanian cerdas berbasis data.

Dengan sistem ini, setiap kelompok tani akan dibantu dalam pengelolaan lahan, distribusi hasil panen, hingga digitalisasi penjualan produk pertanian lewat platform daring.

Rico juga mendorong agar kawasan permukiman, sekolah, dan rumah ibadah dapat berpartisipasi dalam program “Gerakan Menanam di Setiap Sudut Kota” yang akan segera diluncurkan Pemko dalam waktu dekat.

“Bayangkan jika setiap sekolah menanam sayur, setiap kantor memiliki taman pangan, dan setiap masjid punya kebun kecil. Medan akan menjadi kota yang bukan hanya indah, tapi juga mandiri pangan,” ujarnya penuh semangat.

Kegiatan pelantikan diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemko Medan dan Tani Merdeka Indonesia, sebagai simbol awal kerja sama konkret dalam mengembangkan pertanian kota berkelanjutan.

Suasana hangat dan penuh optimisme terasa di sepanjang acara. Para pengurus yang baru dilantik bertekad menjadikan pertanian sebagai gaya hidup produktif bagi masyarakat perkotaan yang modern namun tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal.

Dengan semangat kolaborasi ini, Pemko Medan dan Tani Merdeka Indonesia siap melangkah bersama menuju masa depan di mana setiap warga berperan sebagai penjaga ketahanan pangan kota, demi terwujudnya Medan yang tangguh, hijau, dan berdaya saing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *