
WARTAWAN24.COM – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, meninjau langsung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aek Kanopan di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam menyambut layanan berobat gratis bagi seluruh masyarakat Sumut.
Peninjauan dilakukan setelah Sumut resmi mencapai Universal Health Coverage (UHC) Prioritas 100,2% pada 1 September 2025. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam sektor kesehatan, karena seluruh masyarakat Sumut kini terjamin aksesnya untuk mendapatkan layanan medis.
Program Berobat Gratis atau Probis dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dijadwalkan aktif mulai 1 Oktober 2025. Oleh sebab itu, Bobby ingin memastikan RSUD dan fasilitas kesehatan lainnya benar-benar siap menghadapi kemungkinan lonjakan jumlah pasien.
Dalam keterangannya, Bobby menegaskan bahwa lonjakan pasien tidak disebabkan oleh wabah atau penyakit baru. Menurutnya, peningkatan jumlah pasien akan terjadi karena semakin banyak masyarakat yang sadar dan berani berobat tanpa khawatir terbebani biaya.
“Dengan adanya program ini, masyarakat tidak perlu lagi menunda pengobatan hanya karena keterbatasan biaya. Itu sebabnya, fasilitas kesehatan harus siap dengan peningkatan jumlah kunjungan,” ujar Bobby.
RSUD Aek Kanopan dipilih sebagai lokasi tinjauan karena rumah sakit ini menjadi salah satu rujukan utama di wilayah Labura. Fasilitasnya dianggap representatif untuk mengukur kesiapan rumah sakit daerah di Sumatera Utara.
Bobby menyempatkan diri meninjau sejumlah ruang layanan, mulai dari unit gawat darurat (UGD), rawat inap, hingga farmasi. Ia juga berbincang dengan tenaga medis untuk mendengar langsung kendala yang dihadapi mereka di lapangan.
Para tenaga medis menyampaikan apresiasi terhadap program berobat gratis ini, namun juga berharap adanya dukungan tambahan, baik dari sisi SDM maupun sarana kesehatan, agar pelayanan tetap optimal.
Menurut Bobby, Pemprov Sumut berkomitmen mendukung penuh kebutuhan rumah sakit. Salah satunya dengan meningkatkan distribusi tenaga kesehatan serta memastikan ketersediaan obat-obatan di seluruh fasilitas kesehatan.
“Ini bukan hanya soal program, tapi soal keberlanjutan pelayanan. Kalau kita ingin masyarakat sehat, maka pelayanan kesehatan harus bisa menjangkau semua kalangan tanpa terkecuali,” tegas Bobby.
Selain RSUD Aek Kanopan, Bobby menegaskan bahwa pihaknya juga akan melakukan peninjauan ke sejumlah rumah sakit lainnya di berbagai kabupaten/kota di Sumut. Hal ini untuk memastikan tidak ada rumah sakit yang tertinggal dalam persiapan.
Ia juga mengingatkan agar rumah sakit mengantisipasi penumpukan pasien dengan menyiapkan sistem rujukan yang efisien. Hal ini penting agar pasien yang membutuhkan penanganan khusus bisa segera mendapat layanan di rumah sakit rujukan yang lebih lengkap.
Masyarakat Labura menyambut baik kunjungan tersebut. Mereka berharap kehadiran program berobat gratis benar-benar memberi dampak nyata, terutama bagi warga kurang mampu yang selama ini kesulitan membayar biaya pengobatan.
“Program ini harus berjalan dengan konsisten. Kami ingin melihat pelayanan yang lebih baik dan tidak ada lagi diskriminasi antara pasien mampu dan tidak mampu,” kata seorang warga yang hadir saat kunjungan.
Dengan kesiapan fasilitas kesehatan yang terus ditingkatkan, Pemprov Sumut optimistis program Probis akan berjalan lancar. Bobby berharap langkah ini menjadi warisan penting bagi pembangunan kesehatan di Sumatera Utara.
