Rumah Wartawan TVRI di Sergai Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal

INFO SUMUT kepolisian POLDA SUMUT

WARTAWAN24.COM Serdang Bedagai – Peristiwa kebakaran yang menimpa rumah wartawan TVRI liputan Tebingtinggi, Williwono Harianza (51), menyisakan tanda tanya besar. Rumah miliknya yang berada di Desa Gelam Seirimah, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), dilalap api pada Jumat (15/8/2025) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Insiden tersebut membuat warga setempat panik. Kobaran api tiba-tiba muncul di bagian dapur belakang rumah dan dengan cepat melahap sejumlah peralatan rumah tangga serta barang berharga. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materi diperkirakan mencapai jutaan rupiah.

Dugaan kuat bahwa rumah tersebut sengaja dibakar muncul setelah ditemukan fakta bahwa titik awal api berada jauh dari jalur kabel listrik. Hal ini menepis kemungkinan terjadinya hubungan arus pendek. Sejumlah saksi juga mengaku mencium aroma bahan bakar di sekitar lokasi kejadian.

Api membakar balok broti penyangga seng, kain, serta tumpukan tikar jemuran padi dan goni yang ada di dapur. Tak hanya itu, mesin jetor dan pupuk yang disimpan di ruangan belakang juga hangus terbakar. Kondisi ini membuat kerusakan semakin parah.

Pemilik rumah, Williwono Harianza, tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Ia menegaskan bahwa kebakaran tersebut tidak wajar dan diyakini ada campur tangan orang tak dikenal. “Kalau dari listrik, mustahil api muncul jauh dari kabel. Saya yakin ini ulah orang yang sengaja ingin membakar rumah saya,” ungkapnya.

Saat kejadian, warga sekitar segera berbondong-bondong memberikan pertolongan. Dengan alat seadanya, mereka berusaha memadamkan api sebelum petugas pemadam kebakaran tiba. Upaya ini berhasil mencegah api menjalar ke seluruh bagian rumah.

Meski api berhasil dipadamkan, keluarga Williwono masih trauma. Mereka khawatir keselamatan jiwa mereka kembali terancam jika pelaku tidak segera ditemukan. Rasa was-was ini semakin kuat karena Williwono dikenal sebagai wartawan yang aktif meliput berbagai peristiwa penting di daerahnya.

Warga Desa Gelam Seirimah menyatakan keprihatinan dan meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Mereka mendesak agar pelaku segera ditangkap agar masyarakat tidak lagi merasa resah.

Pihak kepolisian sendiri telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Beberapa barang bukti berupa sisa-sisa material terbakar telah diamankan untuk diteliti lebih lanjut. “Kami akan menyelidiki secara detail dan jika terbukti ada unsur pidana, pelaku akan kami kejar hingga tertangkap,” tegas Kapolres Sergai.

Kasus ini mendapat perhatian luas lantaran menyangkut profesi korban sebagai jurnalis. Tidak sedikit yang menilai kebakaran tersebut mungkin berkaitan dengan aktivitas jurnalistik yang digelutinya. Dugaan ini membuat banyak pihak mendesak agar polisi bekerja cepat.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Sumut mengecam keras tindakan pembakaran tersebut. Mereka menilai insiden itu sebagai bentuk ancaman nyata terhadap kebebasan pers. “Membakar rumah wartawan adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Aparat harus transparan dan tegas dalam menangani kasus ini,” ujar salah satu perwakilan AJI.

Selain itu, AJI juga menyerukan agar jurnalis tetap dilindungi saat menjalankan tugas. Menurut mereka, jurnalis memiliki peran penting dalam memberikan informasi kepada publik, sehingga keamanan mereka tidak boleh diganggu.

Sementara itu, keluarga Williwono berusaha tetap tabah menghadapi ujian berat ini. Mereka mendapat banyak dukungan moral dari tetangga, kerabat, dan rekan sesama wartawan. Kehadiran orang-orang terdekat membuat mereka sedikit lebih tenang meski rasa trauma masih membekas.

Kini, rumah Williwono masih menyisakan bekas kebakaran di bagian belakang. Puing-puing gosong menjadi saksi bisu atas kejadian yang diduga kuat bukanlah musibah biasa.

Dengan penuh harap, keluarga korban meminta agar aparat hukum bekerja cepat menemukan pelaku. Mereka ingin kembali merasakan rasa aman tinggal di rumah sendiri tanpa dihantui rasa takut. Perjuangan mencari keadilan pun masih terus berlanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *