Kemenag Dorong Pejabat Aktif di Masjid dan Majelis Taklim

indonesiaku Pemerintahan Pendidikan

WARTAWAN24.COM – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin, mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenag, khususnya para pejabat, agar senantiasa menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan umat.

Dalam arahannya, Kamaruddin menegaskan bahwa seorang pejabat di Kemenag bukan hanya memiliki tanggung jawab administratif, tetapi juga moral dan spiritual. Menurutnya, kedekatan dengan masjid serta kemampuan untuk menyampaikan ceramah atau khutbah menjadi nilai tambah yang seharusnya dimiliki.

“Saya sering mengatakan, pejabat di Kemenag itu pertama harus rajin ke masjid, harus bisa berceramah, dan punya binaan majelis taklim,” ujarnya saat memberikan pembinaan ASN di Banda Aceh, Sabtu (9/8/2025).

Ia menambahkan, jika tidak memungkinkan hadir setiap hari, setidaknya para pejabat dapat mempelopori dan menginisiasi kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat. Peran teladan tersebut diharapkan dapat menginspirasi bawahan serta masyarakat luas.

Menurut Kamaruddin, pejabat Kemenag harus menjadi figur yang dekat dengan jamaah. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga, tetapi juga memperkuat peran Kemenag sebagai pembina kehidupan beragama di Indonesia.

Ia mencontohkan, pejabat yang rutin hadir di masjid dan mampu berkhutbah akan lebih mudah memahami kebutuhan umat secara langsung. Dengan begitu, program kerja yang disusun akan lebih relevan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Selain itu, keberadaan pejabat yang aktif membina majelis taklim juga diyakini dapat memperluas jangkauan pembinaan keagamaan. Majelis taklim, kata Kamaruddin, adalah wadah strategis untuk menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama, meningkatkan literasi keislaman, dan memperkuat ukhuwah.

Kamaruddin menekankan bahwa pembinaan keagamaan tidak hanya sebatas tugas formal, tetapi juga amanah moral. Karena itu, pejabat Kemenag diharapkan menempatkan kegiatan keagamaan sebagai prioritas yang berjalan beriringan dengan pekerjaan kantor.

Ia juga mengingatkan bahwa peran aktif pejabat di masjid bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi atau pencitraan, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial dan dakwah. “Kita harus menjadi teladan dalam hal ibadah, akhlak, dan pelayanan kepada umat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kamaruddin juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas diri. Ia mendorong ASN Kemenag untuk terus belajar, baik dalam hal pengetahuan agama maupun keterampilan public speaking, agar lebih percaya diri ketika memberikan ceramah atau khutbah.

“Seorang pejabat Kemenag seharusnya tidak canggung ketika diminta menyampaikan tausiyah. Kemampuan ini bukan hanya akan bermanfaat di masjid, tetapi juga di berbagai forum masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh ASN untuk menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan dan pemberdayaan umat. Program-program kreatif seperti kajian rutin, pelatihan imam, kelas baca Al-Qur’an, dan kegiatan sosial dapat digagas bersama jamaah.

Kamaruddin juga mengingatkan bahwa keberhasilan Kemenag dalam membina kehidupan beragama sangat bergantung pada peran aktif setiap pejabat dan pegawai. Oleh karena itu, kebersamaan, komitmen, dan keikhlasan menjadi kunci dalam menjalankan amanah tersebut.

Ia berharap, ke depan para pejabat Kemenag di seluruh daerah dapat menjadi teladan yang memotivasi masyarakat untuk semakin dekat dengan masjid dan kegiatan keagamaan lainnya. “Kalau pejabatnya aktif, insyaallah masyarakat pun akan tergerak,” tuturnya.

Dengan pesan yang disampaikan ini, Kemenag menegaskan kembali komitmennya untuk menjadikan masjid dan majelis taklim sebagai pusat pembinaan akhlak dan keilmuan. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat karakter bangsa yang berlandaskan nilai-nilai agama dan kebersamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *