Begal Bersenjata Tajam Teror Warga Percut Sei Tuan, Pemuda Nyaris Kehilangan Nyawa

INFO SUMUT KASUS KEJAHATAN kepolisian POLDA SUMUT

WARTAWAN24.COM Percut Sei Tuan – Aksi kejahatan jalanan kembali meresahkan warga Kabupaten Deli Serdang. Pada Sabtu (2/8/2025) dini hari, seorang pemuda bernama Sabar Bastanta (22) menjadi korban begal brutal di Jalan Irian Barat, Kecamatan Percut Sei Tuan. Kejadian tersebut menambah daftar panjang aksi kriminal bersenjata tajam di wilayah tersebut.

Menurut keterangan yang diperoleh, insiden bermula saat Sabar sedang melintas di jalan tersebut menggunakan sepeda motor. Situasi jalan yang sepi membuatnya menjadi sasaran empuk bagi para pelaku yang berjumlah lima orang. Para begal tersebut diduga telah mengincar korban sejak beberapa meter sebelum lokasi kejadian.

Tanpa basa-basi, kelima pelaku langsung mengejar Sabar dengan sepeda motor. Mereka memepet korban dari arah belakang dan samping, sambil mengacungkan senjata tajam jenis parang. Ancaman pembacokan langsung dilontarkan agar korban menghentikan laju kendaraannya.

Salah satu pelaku bahkan dengan kasar berteriak akan menebas leher korban jika berani melawan atau berusaha kabur. Ketakutan membuat Sabar tak mampu berbuat banyak, sementara detak jantungnya berpacu cepat di tengah ancaman maut tersebut.

Dalam kondisi terdesak, korban mencoba mencari celah untuk melarikan diri. Namun, para pelaku sudah mengurungnya dari berbagai sisi. Di sisi lain, situasi jalan yang minim penerangan membuat upaya kabur semakin sulit dilakukan.

Setelah berhasil memaksa korban berhenti, pelaku langsung merampas sepeda motor dan barang-barang berharga milik Sabar, termasuk telepon genggam dan dompet berisi uang tunai. Semua kejadian berlangsung hanya dalam hitungan menit, meninggalkan korban dalam kondisi shock berat.

Usai melancarkan aksinya, para pelaku langsung melarikan diri ke arah yang tidak diketahui. Warga sekitar yang mendengar teriakan korban baru berani mendekat setelah para begal meninggalkan lokasi. Beberapa saksi mata kemudian membantu Sabar untuk melapor ke pihak kepolisian.

Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP [Nama Kapolsek], membenarkan adanya laporan tindak pidana pembegalan tersebut. Pihaknya telah mengerahkan tim untuk melakukan penyelidikan dan memburu para pelaku. Polisi juga tengah mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi ciri-ciri para pelaku.

“Kami akan melakukan patroli intensif di wilayah rawan kejahatan, terutama pada malam hingga dini hari. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan tidak melintas sendirian di jalur sepi,” ujar Kapolsek.

Insiden ini membuat warga setempat resah dan khawatir. Beberapa warga mengaku sering melihat kelompok pemuda mencurigakan berkeliaran di malam hari di sekitar Jalan Irian Barat. Mereka berharap pihak kepolisian dapat bertindak cepat sebelum ada korban lain.

Selain itu, warga juga mengusulkan pemasangan lampu penerangan jalan tambahan dan kamera pengawas di titik-titik rawan. Menurut mereka, kurangnya penerangan menjadi salah satu faktor yang memudahkan para pelaku kejahatan beraksi.

Sementara itu, korban Sabar mengaku masih trauma. Ia mengatakan bahwa ancaman pembacokan yang dialaminya membuatnya sulit tidur dan takut bepergian sendirian di malam hari. “Saya kira hari itu saya akan mati. Mereka benar-benar siap menebas saya kalau saya melawan,” ujarnya dengan nada gemetar.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan bisa terjadi kapan saja, terutama di daerah yang minim pengawasan dan penerangan. Kepedulian warga serta kewaspadaan individu menjadi kunci pencegahan tindak kriminal seperti ini.

Pihak kepolisian berjanji akan menindak tegas pelaku begal bersenjata tajam yang meresahkan tersebut. Hingga kini, tim Reskrim Polsek Percut Sei Tuan masih memburu kawanan begal itu dan mengimbau siapa pun yang memiliki informasi untuk segera melapor.

Aksi brutal ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat untuk bekerja sama menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Kejahatan tidak akan pernah menang jika seluruh pihak bersatu melawannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *